Banda Aceh ( Berita ) : Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA) mengajak komponen pemuda di seluruh Provinsi Aceh untuk memilih Presiden yang bisa menjaga perdamaian di daerah tersebut.
“Semua Calon Presiden (Capres) mendukung perdamaian Aceh, tapi kita harus memilih siapa yang bisa menjaga perdamaian,” kata Presiden KMPA Ermiadi Abdul Rahman pada Rapat Koordinasi (Rakor) KMPA di Banda Aceh, Selasa [30/06].
Rakor KMPA yang dibuka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diikuti pemuda seluruh kabupaten/kota akan berlangsung 30 Juni-2 Juli 2009 membahas masalah strategi pembangunan di Provinsi Aceh.
Ermiadi mengatakan, nikmat perdamaian sudah dirasakan masyarakat Aceh sejak penandatanganan nota kesepahaman damai (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005 dan saat perlu terus ditingkatkan lagi.
Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, agenda penting gerakan pemuda Aceh harus memperhatikan dan menyusun strategi yang lebih baik dan mengarah kepada peningkatan peran pemerintah daerah. “Saat ini banyak permasalahan yang dihadapi bangsa dan Aceh khususnya dalam menjaga perdamaian. Peran apa yang bisa dimainkan pemuda perlu menjadi agenda dalam rakor ini,” katanya.
Pemuda sebagai harapan bangsa dan pilar perubahan mempunyai kekuatan dahsyat dalam pembangunan secara makro karena punya sifat patriotisme dan idealisme yang tinggi.
Irwandi menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran besar dalam sejarah sejak dulu, yang memulai revolusi bahkan hingga kini pemuda menjadi tumpuan masa depan.
Ia mencontohkan Budi Utomo, Ki Hajar Dewantara yang sudah mendirikan organisasi pemuda sejak berumur 20-an tahun bahkan Sultan Iskandar Muda menduduki kekuasaannya dalam usia yang sangat muda.
“Pemuda harus selalu melakukan kegiatan positif agar program Pemerintah berjalan cepat. Peran pemuda sangat besar dan diperlukan, sekarang maupun di masa mendatang,” ujar Irwandi. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login