Perajin Rotan Di Balige Dapat Pelatihan

TOBASA (Berita): Sebanyak tujuh orang perajin rotan asal Lumban Bulbul Kecamatan Balige mendapat pelatihan membuat kursi dan funiture lainnya dari bahan rotan selama satu minggu. Pelatihan ini terselenggara berkat kerjasama pengusaha UD Dion Rotan dengan PT. Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Bumi Asih Laguboti. Setelah para perajin rotan dinilai telah memiliki pengetahuan dan telah mampu membuat kursi dan funiture dari bahan rotan, pelatihan perajin rotan itu, Senin (29/6) kemarin di Balai Desa Balige ditutup.

Selesai acara penutupan Pengusaha UD. Dion Rotan Rosida Nababan mengatakan dulunya dia seorang petani, tetapi akibat penghasilan dari bertani kurang menjanjikan akibat sulit mendapat pupuk dan ikan di danau toba juga tidak pernah hasilnya memuaskan dia mencoba membuka usaha furniture berbahan rotan sebagai sumber penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Melihat prospeknya cukup baik, Rosida Nababan bekerjasama dengan NBP 5 Laguboti menyelenggarakan pelatihan selama satu minggu kepada 7 orang putra/putri asal Lumban Bulbul Kecamatan Balige, dengan mendatangkan pelatih/instrukturnya dari Medan. Dengan adanya pelatihan itu, Rosida optimis kerajinan rotan di Tobasa akan berkembang dan tingkat pengangguran akan semakin menurun, karena penganggur akan tertampung dalam usaha kerajinan rotan itu.

Dari beberapa jenis kursi tamu yang terbuat dari bahan rotan yang dipamerkan saat penutupan di gedung balai desa Balige dua set laku terjual. Harganya bervariasi, mulai dari yang paling murah seharga Rp. 500 ribu hingga harga Rp. 2,5 juta/set. “Harga tergantung banyaknya bahan yang digunakan dan tingkat kesulitan anyaman rotannya,” ujar Rosida.

Salah seorang peserta pelatihan kerajinan rotan, Lestaria boru Aritonang warga Lumban Bulbul Kecamatan Balige mengatakan sangat gembira dengan adanya pelatihan itu. Sebab mereka telah mendapat pengetahuan dan kemampuan untuk mengolah bahan rotan menjadi berbagai jenis kerajinan.

“Pendapatan dari pertanian masih kurang, saya berharap dengan kerja sampingan menjadi pengrajin rotan akan bisa memberikan penghasilan memadai, apalagi jika maju dan berkembang, tentu sumber penghasilan kami akan bertambah dan bisa memberikan kesejahteraan bagi keluarga” ujar Lestaria seraya mengatakan selama ini mereka hanya mengharapkan hasil dari bertani, kemudian pintar-pintar membagi hasil panen tersebut hingga panen berikutnya.

Lestari menambahkan, sekarang ini mereka masih mendatangkan bahan dari Medan , dan bila bahanya telah tersedia dalam satu hari kelompoknya dengan pengetahuan yang telah didapat mereka akan mampu membuat satu set kursi tamu.

Direktur BPR Bumi Asih NBP 5 Laguboti Bernath Pakpahan dalam sambutannya mengajak, supaya para perajin rotan yang mengikuti pelatihan itu benar-benar memanfaatkan ilmu keterampilan yang mereka dapat, karena dinilainya pengetahuan keterampilan itu sangat berharga dan bisa menjadi modal masa depan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

Pada kesempatan itu Bernath Pakpahan juga memberikan sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan, dan sebagai bentuk apresiasi perajin rotan, mereka mengucapkan terima kasih kepada Direktur BPR Bumi Asih NBP 5 Laguboti. (eds)

You must be logged in to post a comment Login