Dili ( Berita ) : Oposisi Timor Leste, Rabu [01/07] menyerukan Perdana Menteri Xanana Gusmao mengundurkan diri karena memberikan kontrak senilai multi juta dolar kepada sebuah perusahaan yang punya hubungan dengan putrinya.
Partai oposisi Frelin menuduh Gusmai nepotisme dengan menandatangani kontrak pemerintah seniali 3,5 juta dolar dengan perusahaan Prima Food, tempat anak peremepuannya Zenida Gusmao adalah salah seornag pemegang saham, untuk mengimpor beras subsidi.
“(Gusmao) harus menjelaskan ini dan bertanggungjawab. Satu-satunya jalan yang kami dapat ingatkan … tanggungjawab politik ia harus mundur,” kata anggota parlemen dari Fretilin Arsenio Bano kepada AFP.
“Ini bukan satu ujian bagi pemerintah — itu terjadi beberapa kali. Itu menunjukkan bahwa Xanana korup,” kata Bano.
Para pejabat senior pemerintah dilarang oleh undang-undang memberikan kontrak-kontrak kepada para anggota keluarga dekat, tetapi pemberian izin Gusmao bagi kontrak itu mungkin satu kesalahan murni, kata Deputi PM Mario Carrascalao.
Kontrak itu bertujuan untuk menstabilkan harga pangan sebagai bagian dari Dana Stabilisasi Ekonomi negara yang miskin itu.
“Perdana Menteri bukan orang yang memeriksa apakah semua data kecil dan proses yang datang kepadanya dengan satu rekomendasi,” kata Carrascalo.
“Saya kira perdana menteri kita tidak memiliki orang yang ahli yang bekerja di kabinet yang dapat bekerja dan menyaring surat-surat yang dapat ditandatangani,” katanya. “Jika anda menjadi perdana menteri, apakah berarti semua keluarga anda tidak diperbolehkan ikut dalam bisnis.”
Timor Leste merdeka tahun 2002, tiga tahun setelah referendum dukungan PBB yang menghasilkan wilayah itu melepaskan diri dari Indonesia setelah 24 tahun bergabung. Walaupun deposit-deposit gas alam yang banyak, sebagian besar penduduk desa Timur Leste termasuk yang paling miskin di dunia. ( ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login