Hotel Lebih Penting Dari Pendidikan ,Bagaimana Ini Pak Gubernur Syamsul ?

Lebih tujuh hari siswa di SMA Negeri IV dan siswa SD di areal sekolah ini, tidak belajar. Mereka duduk di lantai, sementara gurunya sibuk memperjuangkan agar sekolah itu tidak dipindahkan dan dibangun hotel dan gedung niaga.

Orang tua murid sudah memprotes perpintahan itu karena mengakibatkan tambah biaya teranspor dan bertambah waktu untuk ke sekolah dan pulang. Tapi Walikota P.Siantar RE Siahaan masih tetap bersikeras untuk memindahkan gedung itu. Ada apa? Demikian rangkuman berita dari berbagai surat kabar terbitan Medan.

Pemilik modal di negeri tercinta ini, selalu mencari tempat yang tersedia dan baik dari segi pendangan mereka. Tidak peduli kepada kepentingan rakyat. Sebab mereka tetap merasa dengan kekuatan uangnya, kepentingan rakyat mudah disingkirkan. Gedung sekolah termasuk terbanyak yang mereka gusur  untuk kepentingan diri mereka.

Perhatikan di Medan sejak  tahun 80 luhan. Gedung SD, SMP dan SMA negeri tergusur. Sementara gedung sekolah swasta, mereka tidak mampu menggusurnya. Mengapa? Tentu pejabat negara yang tepat menjawab itu.  Awalnya pejabat negara mudah dipengaruhia karena memang pejabat tersebut kurang bertanggung jawab kepada tugasnya. Lebih penting isi kantong untuk persiapan masa depan anak-anaknya.

Contoh yang paling belakangan adalah persoalan Gedung SMA Negeri IV dan SD Negeri yang ada di lokasi itu. Mengapa Walikota P.Siantar menggusur sekolah demi untuk membangun hotel dan gedung lainnya ?  Jelas bukan karena kemauannya tapi terpengaruh terhadap  bujukanpengembang yang menghendaki lokasi itu.

Siapa pengembang itu ? Ini perlu dipertanyakan, karena mereka itu seperti kurang mengindahkan kemajuan pendidikana di P.Siantar tapi lebih mementingkan gedung hotel untuk kepentingan orang kaya.

Sementara pendidikan untuk kemajuan anak bangsa dilupakan. Ada gedung gantinya, memang benar tapi  di mana letaknya dan bagaimana keadaannya?

Saya selaku rakyat mengusulkan dan mengharapkan sangat agar Walikota P.Siantar mengurungkan niat tukar guling itu.  Pentingkanlah pendidikan dari pada bangun gedung hotel. Kepada Gubernur Sumut ikut mengurungkan niat itu. Bagaimana pun terjadi kejelekan pndidikan dan keresahan rakyat disana, termasuk juga rakyat S.Utara.

Untuk apa gubernur Sumut jika  tidak ada artinya untuk rakyat di daerah tingkat dua? Gubernur Sumut itu mencakup tugas di Sumut, bukan hanya di kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan. Rakyat di P.Siantar termasuk penduduk Provinsi S.Utara.

Bagaimana Mendik Nasional seperti diam saja persoalan pendidikan di P.Siantar ini. Inikah model baru tugas Mendiknas. Gaya tahun 2009 setelah Pemilu?

( Marihot Siagian di Glugur Medan )

You must be logged in to post a comment Login