MEDAN (Berita): Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Sumut, PT Global Livestock Cattle (GLC) bekerja sama dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Medan guna menjamin pasokan daging yang aman, sehat, halal dan terjangkau oleh masyarakat hingga 10 tahun ke depan.
“Kerja sama ini juga bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pendapatan RPH yang selanjutnya akan memberikan kontribusi positif pada Pendapatan Anggaran Daerah (PAD),” ujar Evy Susanti Direktur Utama GLC kepada wartawan di Hotel JW Marriott Medan, Jumat kemarin.
Menurutnya, Indonesia dalam dua hingga lima tahun lagi akan mengalami krisis daging, karena tingginya jumlah konsumsi daging tidak dapat diimbangi produksi dalam negeri. Dari data survei perusahaannya, pada 2008 kebutuhan daging secara nasional sekitar 2,2 juta ton, namun Indonesia hanya sanggup memenuhi kurang dari 25% nya.
“Artinya, jika dalam dua sampai dengan lima tahun Indonesia tidak melakukan impor daging otomatis negara akan mengalami krisis daging. Hal ini tidak hanya berakibat kepada kebutuhan pangan melainkan gizi masyarakat terganggu,” ucapnya.
Jadi, lanjutnya, mengimbangi kebutuhan daging di Indonesia pihaknya akan bekerjasama dengan pemko/pemkab yang ada di setiap daerah. Hal ini tidak hanya mengamankan kebutuhan daging melalui impor tetapi juga menumbuhkembangkan peternakan lokal.
“Sebelumnya, Sumatera ditopang oleh tiga propinsi penghasil daging terbesar yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, setelah bencama tsunami berlangsung, Aceh tidak mampu memasok daging, sementara Sumatera Utara hanya untuk kebutuhan daerahnya itu pun kurang, sedangkan Sumbar tidak mampu memasok untuk daerah-daerah lainnya,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Evy, populasi hewan sapi, lembu, mengalami krisis di setiap daerah sehingga memerlukan penanganan serius untuk pengembangan hewan ternak tersebut baik lokasi, pakan ternak, dan lain sebagainya.
Sementara, Business Development Manager PT GLC, Irwan Nulhakim menyatakan, keterbatasan kapal pengangkut menyebabkan tidak mampunya memenuhi kebutuhan daging menjelang hari-hari besar keagamaan. “Kendala yang terjadi di lapangan adalah selain terbatasanya kapasitas pelabuhan di Belawan juga tidak mampunya kapal memuat lebih dari 1.500 ekor sapi,” ujarnya.
Sehingga, ketika permintaan daging meningkat menjelang hari besar keagamaan, otomatis kita juga terkendala dengan penambahan pasokan daging dari Australia, walau demikian untuk tahun ini pihaknya akan menyediakan 4.000 ekor pada Agustus nantinya. (diu)
You must be logged in to post a comment Login