Bank Umum – BPR Bersaing Di Mikro

MEDAN (Berita): Kini banyak bank umum yang ekspansi ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seakan merebut pasar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang selama ini digarapnya.

“Tak ada masalah, silakan bank umum dan BPR bersaing di mikro,” kata Iramady Irdja, Ketua Tim Pengawasan Perbankan Bank Indonesia (BI) Medan kepada wartawan di kantornya Jum’at kemarin siang.

Dia menjelaskan BPR sendiri sudah mempunyai nasabah nostalgia yang sudah biasa ditanganinya. Para nasabah yang selama ini dibiayai oleh BPR telah menjalin hubungan cukup lama sehingga sulit dipengaruhi lagi oleh pembiayaan pihak lain. Sedangkan di Medan saat ini ada sekira 30.000 UMKM sehingga masih banyak yang belum digarap oleh BPR. Oleh karena itu, UMKM yang tidak digarap BPR akan dilirik oleh bank umum yang kini mempunyai divisi retail. BPR juga diberi kekuatan supaya siap bersaing dengan bank umum yang memiliki modal besar.

Bank umum yang masuk ke mikro menurut Iramady, diawali dari Danamon Simpan Pinjam (DSP). Saat itu, DSP masuk ke pasar-pasar mikro seperti ke Pasar Petisah dengan menawarkan kredit tanpa agunan dan prosesnya sangat cepat.  Pedagang yang butuh modal, menyenangi sistem cepat ini di mana agunan terbesar adalah kepercayaan.

Salah seorang nasabah DSP yakni Ayu, pedagang di Pasar Petisah Medan mengaku terkejut ketika seorang karyawan DSP menawarkan kredit Rp10 juta tanpa agunan, tak sampai seminggu dana cair. Akhirnya pedagang kain di sana memperoleh kredit dari DSP hingga Rp50 juta ke atas.

Menurut catatan Berita, bank lain yang menawarkan kredit ke mikro adalah BNI dan Bank Sumut. Dalam sebulan ini, Bank Sumut menawarkan kredit ke usaha mikro paling bawah dengan pinjaman minimal Rp50.000. Jadi kredit itu dengan sistem renteng bagi ibu-ibu pedagang ditetapkan 20 orang.

Jika cicilan bagus maka pinjaman dapat ditingkatkan menjadi Rp500.000. Namun sistem renteng ini, jika satu anggota tak lancar kreditnya maka 20 anggota itu yang bertanggung jawab. Kredit ini diperuntukkan bagi usaha jualan lontong, pecal dan sebagainya.

Dari sisi kredit bermasalah (NPL), Iramady menyebut bahwa posisi terakhir Mei 2009 rata-rata di bawah 5 persen. Artinya, belum melampaui dari NPL yang ditetapkan BI 5 persen. Biasanya semakin mendekati akhir tahun, pergerakan kredit meningkat maka NPL cenderung turun. BPR juga diberi kekebasan menentukan bunganya supaya dapat bersaing dengan bank umum. Kinerja 52 BPR di Sumut berfluktuasi, namun kondisinya jauh lebih baik dari tahun lalu.

Tak Ada Bank Dalam Pengawasan Khusus Iramady menambahkan memasuki puasa Ramadhan, kegiatan ekonomi bergairah. Bahkan sekarang kondisi bank-bank di Sumut cukup aman, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu pula kinerja BPR Syariah (BPRS) juga rata-rata bagus.

“Pokoknya sekarang tak ada satupun bank-bank di Sumut dalam pengawasan khusus karena semua masuk dalam pengawasan normal,” tegasnya.

Yang penting saat ini, jelasnya, komplain bank tidak dalam kondisi keuangan tapi murni manajerial bank tersebut. Artinya, kalaupun ada bank yang bermasalah karena kondisi manajerial bank itu bukan akibat dari kondisi keuangan regional maupun global.

BPMD Buka Puasa Bersama

Iramady selaku Sekjen Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumut mengatakan mulai tahun ini BMPD menggelar buka puasa dan sholat tharawih bersama yang lokasinya berpinda-pindah di lima tempat.

Hari pertama Senin (24/8) di kantor BNI 46 Jalan Pemuda Medan. Kedua Jum’at (28/8) di Kantor Bank Indonesia Jalan Balai Kota Medan. Hari ketiga, Jum’at (4/9) di Kanwil Bank Mandiri Medan. Hari keempat, Senin (7/9) di kediaman Pemimpin BI Medan Jalan Sudirman Medan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Hari kelima, Kamis (10/9) di Bank Sumut Jalan  Imam Bonjol Medan.

Tujuan dari buka puasa bersama ini, katanya, menata hati pimpinan perbankan dengan mengadakan acara ini. Sebab kerja di perbankan cukup berat. Jadi kalau nilai religius turun maka mudah dipengaruhi sehingga peluang korupsi menjadi besar. Juga ingin meningkatkan ukhuwah keislaman dan kebersamaan di lingkungan perbankan. (wie)

You must be logged in to post a comment Login