Jakarta ( Berita ) : Realisasi kredit modal kerja yang disalurkan lembaga keuangan melalui Konsultan Keuangan Mitra Bank Indonesia untuk Sektor Kelautan Perikanan (KKMB-SKP) selama 2005 hingga semester I 2009 mencapai Rp108,4 miliar.
Sementara total kredit yang disalurkan ke UMKM selain sektor perikanan melalui pengembangan (KKMB)/Pendamping Usaha Mikro Kecil dan Menengah, mencapai Rp1,2 triliun, kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) S Budi Rochadi di Jakarta, Rabu [26/08] .
“Kredit melalui KKMB ini hanya bagian kecil dari kredit yang dikucurkan untuk UMKM. KKMB ditujukan untuk usaha yang belum mengenal bank,” katanya di sela penandatanganan kerja sama BI dengan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan.
Budi juga mengungkapkan, saat ini kredit UMKM untuk sektor pertanian dari perbankan secara umum mencapai Rp21 triliun atau baru 10 persen dari seluruh kredit yang dikucurkan.
Dari kredit untuk sektor pertanian tersebut, tambahnya, sekitar 10 persen atau Rp1,9 triliun disalurkan ke sektor kelautan dan perikanan.
Pada kesempatan itu Budi juga menyayangkan sekitar 52,8 persen kredit UMKM masih diberikan dalam bentuk kredit konsumsi sedangkan untuk modal usaha, UMKM ternyata masih banyak mengandalkan modal sendiri atau bantuan kerabat dan belum banyak tersentuh perbankan.
“Oleh karena itu untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM guna lebih mengembangan dan memberdayakan usaha tersebut dilakukan melalui KKMB,” katanya.
Terkait dengan itu DKP berkerjasama dengan BI sejak 2003 telah melakukan pelatihan dan perekrutmen KKMB SKP yang mana hingga 2008 tercatat 876 orang KKMB SKP yang telah dilatih dan tersebar di 32 provinsi.
Budi mengakui, perbankan masih melihat UMKM menghadapi permasalahan kelayakan usaha, baik menyangkut aspek keuangan maupun pemasaran dan tenaga kerja.
Oleh karena itu, lanjutnya, pengembangan sektor UMKM memerlukan upaya-upaya untuk mengatasi informasi yang asimetris tersebut.
Menurut dia, di situlah KKMB dapat mengurangi informasi yang asimetris dengan menjadi penghubung antara UMKM dan perbankan.
“Pemberdayaan KKMB bidang Kelautan dan Perikanan yang kita upayakan melalui perjanjian kerjasama ini saya harapkan dapat menjembatani hubungan yang saling menguntungkan antara UMKM dan bank,” katanya.
Kerjasama lain yang dilaksanakan BI dengan Ditjen P2HP DKP dalam upaya pemberdayaan UMKM perikanan yakni penyusunan buku pola pembiayaan/lending model usaha keluatan dan perikanan.
Penyusunan buku pola pembiayaan tersebut untuk memberikan informasi kepada pelaku perbankan nasional tentang jenis usaha bidang perikanan yang layak untuk dibiayai.
Jumlah buku pola pembiayaan/lending model yang telah diterbitkan hingga 2008 sebanyak 20 judul yang terdiri usaha penangkapan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan. “Melalui buku ini kita ingin menunjukkan kepada bank bahwa sektor perikanan memiliki potensi untuk mendapatkan pembiayaan,” kata Budi Rochadi. Sementara itu Dirjen P2HP DKP, Martani Husaini mengungkapkan KKMB SKP telah banyak membantu pemberdayaan UMKM perikanan di tanah air.
Dia mencontohkan, keberhasilan salah satu UMKM perikanan yang dikelola kelompok nelayan di Provinsi Jambi yang dengan kucuran kredit KKMB SKP sebanyak Rp80 juta kini mampu mengelola usaha dari sektor hulu hingga hilir.
“Kita ingin lebih banyak lagi kelompok-kelompok nelayan yang menikmati kredit KKMB ini sehingga mereka lebih berkembang dalam menjalankan usahanya,” katanya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login