Aburizal Bakrie terpilih jadi Ketua Umum Golkar pada Munas VIII 6-8 Oktober 2009 di Pakanbaru. Munas itu tidak lancar bahkan sempat terjadi kericuhan. Sehingga tidak jadi pendidikan politik untuk rakyat yang kemudian bukan jadi tauladan untuk partai lain/masyarakat.Bahkan sesuai dengan pengakuan elit politik terjadi politik uang. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.
Setelah reformasi demokrasi itu menjadi tidak tertib, seakan-akan boleh berbuat apa saja sesuai dengan kemauannya. Tatakrama/tara tertib jadi ditinggalkan. Ini terutama dilakukan orang yang berkecimpung partai politik, LSM, ormas dan kelompok masyarakat lainnya. Padahal sesuai dengan kemanusiaan yang dewasa dan demokratis, sopan santun, menuruti aturan dan peraturan atau tegasnya menuruti hukum diutamakan. Telah terjadi huru hara pada sidang anggota legislatif, rapat partai/organisasi. Seperti yang terjadi pada Munas di Pakanbaru 7 Oktober 2009. Hanya belum sampai pada angkat kursi hanya suara yang hingar- bingar dan manusia mundar- mandir. Bagi orang yang berpendidikan atau orang terdidik, sikap perbuatan seperti itu tidak pantas mereka lakukan. Apakah ini ciri-ciri partai politik di Indonesia masa sekarang ini?
Aburizal Bakrie dalam penjelasan atau keterangan kepada wartawan, sebelum Munas, akan membina Golkar menjadi partai politik yang mampu membangkitkan Indonesia. Akan dimulai dari kadernya di daerah sampai ke desa. Kader inilah nanti menunjukkan kepada masyarakat, Golkar itu memang membangun sesuai dengan tujuan partai.Kader partai inilah nanti menunjukkan mereka orang mampu berbuat. DPP nanti akan memberi bantuan modal kepada usaha kadernya di daerah sesuai dengan keperluannya. Apakah janji ini akan ditepati setelah duduk dalam pimpinan puncak partai politik yang menjadi nomor 2 di DPR. Bagaimana dengan sikapnya terhadap pemerintah apakah ikut dalam kabinet atau menjadi oposisi, belum ada penjelasan dari Ketua Umum Partai Golkar.
Saya selaku rakyat yang mengikuti perkembangan partai politik di Indonesia, pemilihan itu sungguh tepat dan pemilih sudah tau menilai siapa yang mampu membuat partai politik itu lebih maju lagi ke depan. Partai Golkar akan dihidupkan kembali yakni berkarya untuk rakyat dan bangsa. Bukan untuk pemimpin tapi untuk rakyat biasa yang masih perlu bantuan. Semoga apa yang dijanjikan sebelum menang dapat dilaknasanakan secara baik. Harus dimulai tehun 2010 dan secara bertahap akan nyata kepada rakyat di daerah. Jangan pilih kasih tapi untuk memulainya perlu juga menetapkan dari daerah mana dimulai dan ke daerah mana diakhiri. Begitu masuk masa kampanye pemilihan Legislatif kader Golkar sudah dapat menunjukkan kepada rakyat, inilah hasil kerja kami. Inilah bukti Golkar bukan hanya janji tapi bukti yang perlu. Bagaimana pak Aburizal Bakrie? Dapat dibuktikan janji itu,, bukan hanya diomongkan. (Marihot Siagian di Glugur Medan)
Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Footer1 Widget Zone
Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Footer2 Widget Zone
Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Footer1 Widget Zone
You must be logged in to post a comment Login