Krisis Keuangan Dubai Tak Pengaruh Ekonomi Nasional

Jakarta ( Berita ):  Pengamat ekonomi, Farial Anwar mengatakan, krisis keuangan di Dubai tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena kejadian itu bukan masalah yang besar.

“Kita jangan membesar-besarkan krisis keuangan Dubai yang sebenarnya merupakan masalah lama yang baru terungkapkan,” katanya di Jakarta, Senin [30/11].

Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Board mengatakan, krisis keuangan di Dubai merupakan kasus kecil  sehingga tidak akan berdampak seperti krisis keuangan global yang diawali dari Amerika Serikat dan Eropa.

“Jadi tidak perlu dikhawatirkan karena tidak ada dampak negatifnya,” katanya.

Ekonomi dunia saat ini, lanjut dia mulai membaik seperti Jerman, Inggris, Jepang, China dan India termasuk Indonesia.

Karena itu,  masalah Dubai tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang makin membaik itu, katanya.

ADB

Ditanya mengenai aliran dana dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk sektor perbankan di tanah air , menurut Farial Anwar, pinjaman itu boleh saja tapi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Kalau pinjam dana dari luar negeri itu boleh saja, namun harus disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional akan berjalan sesuai dengan rencana para  bankir.ucapnya.

Dicontohkan, penerbitan surat utang kalau digunakan untuk meningkatkan sektor riil, maka ekonomi nasional akan tumbuh lebih cepat.

Namun kalau dana pinjaman itu tidak digunakan dan hanya disimpan, maka dampaknya akan semakin berat karena harus membayar beban bunga yang besar.

BKPM

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pengaruh buruk krisis Dubai terhadap investasi di Indonesia. “Gak ada (pengaruh krisis finansial di Dubai),” kata Gita Wirjawan di Jakarta, Senin.

Sebelumnya , konsorsium Dubai World mengalami gagal bayar atas utangnya sehingga meminta penangguhan pembayaran utang pokok (standstill) hingga enam bulan kepada para kreditor mancanegara. Konsorsium Dubai World sebagai pengelola pembangunan Dubai meminta para kreditor untuk bersabar menerima pembayaran utang hingga Mei 2010.

Utang pokok yang harus ditanggung Dubai World sebesar 60 miliar dolar AS. Bila termasuk bunga, beban yang harus ditanggung grup perusahaan dukungan pemerintah itu menjadi sekitar 80 miliar dolar AS. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login