Deklarasikan Diri Jadi Ketum PDIP Guruh Wajar Dan Tepat

Guruh Sukarnoputra mendeklarasikan diri jadi Ketua Umum PDIP pada Kongres PDIP  April 2010. Putra mantan Presiden Soekarno ini sudah minta restu kepada abang dan kakaknya untuk pencalonan ini dan mendapat dukungan. Tentu bagaimana dukungan dari DPP, DPD dan DPC mengenai pencalonan itu agar dapat tercapai sesuai dengan keinginanannya dan masa depan yang lebih baik dari PDIP itu sendiri. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.

Berkeinginan jadi Ketua Umum di partai politik adalah hak dari semua anggota DPP dan DPD. Tapi untuk pastinya sesuai dengan  peraturan pada anggaran dasar dan rumah tangga partai. Pendeklarasian  Guruh ini makanya direstui Ketum sekarang Megawati Suparnoputri, karena telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada partai. Tentu bagaimana sikap dari anggota DPP dan DPD serta DPC mengenai hal itu. Boleh saja jadi calon dan kalah seperti yang terjadi pada  kongres  partai sebelumnya yakni Partai Golkar dan  Partai PAN. Ikut calon tapi tidak menang. Tentu begitu juga dengan pemilihan Ketum PDIP ini. Guruh ikut calon tapi kalah. Sikap begini harus dianggap wajar saja, jika tampil dalam suatu perlombaan harus senang jika menang tidak menggerutu kalau kalah. Harus bangga jika menang rela jika kalah. Masih ada  hal yang dituju yakni pada Pemilu 2015 yakni Pemilu presiden dan wakil presiden. Ini lebih penting dari Ketua Umum Partai. Hanya perlu sikap dari PDIP tidak otomatis Ketum itu jadi  bakal calon presiden, karena tergantung kepada perolehan suara di DPR dan koalisinya jika  masih  diperlukan koalisi. PDIP perlu langgeng berpikir, mana yang lebih dipentingkan. Peran Ketum memang sangat penting dalam pengembangan partai sehingga dicintai oleh rakyat terlebih pencinta partai rakyat ini untuk masa depan. Ketum harus jujur, gesit, bermasyarakat, tegas bertindak dan cepat. Tidak tepat jadi otoriter sehingga hak  di daerah dicaplok oleh DPP.

Saya selaku rakyat yang cukup lama jadi pencinta PDIP terlebih untuk pusat, menerima dengan senang hati jika deklarasi Guruh itu dilanjutkan terus. Jangan takut akan kekalahan dalam kongres, tapi banggakan kemenangan pada Pemilu berikutnya. Untuk itu mulai dideklarasikan, perlu pendekatan terhadap rakyat terutama sesama partai. Rajinlah berekunjung ke daerah dan buat ide baru bagaimana meningkatkan pendapatan rakyat. Jika masa lalu ada warung marhaen,  apa salahnya diaktifkan lagi. Perlu ada lokasi pertanian atau peternakan modal rakyat dan dukungn dari partai. Mudah berusaha tapi mendapat kesulitan ketika memasarkannya. Inilah yang perlu dibantu partai. Dulukan temanmu karena merekalah teman sama-sama ketawa dan menangis. Pernah datang ke Sumut, mendapat sambutan meriah dari rakyat, bagaimana jika datang lagi mendekatkan diri, tentu akan mendapat sambutan lagi. ( Marihot Siagian di Glugur Medan )

You must be logged in to post a comment Login