Jakarta ( Berita ) : Ketua Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (ASBISINDO) Riawan Amin mengatakan, salah satu kebijakan Bank Indonesia (BI) tahun ini menyebutkan bahwa pengembangan perbankan syariah bukan hanya industri bank syariah saja, tapi juga perbankan nasional.
“Dengan keluarnya kebijakan BI 2010, beban pengembangan syariah bukan di syariah saja, tapi di bank nasional,” kata Riawan Amin, saat acara “Media Gathering” di Jakarta, Selasa [02/02]. Menurut Amin, salah satu kebijakan BI yang dikeluarkan adalah mengenai ketahanan dan pengembangan perbankan syariah.
Ia juga mengungkap tentang insentif permodalan dalam kebijakan BI ini lebih diarahkan pada bank induk yang mendorong berkembangnya perbankan syariah di Indonesia. “Insentif modal yang besar harusnya diberikan kepada bank induk yang memberikan kontribusi besar terhadap perbankan syariah,” harap Amin.
Ia juga mengungkapkan bahwa lambannya pertumbuhan bank syariah di Indonesia yang saat ini masih 3 persen dari total aset perbankan nasional, adalah cukup janggal, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama islam.
“Perbankan syariah lebih besar suara dari realita. Padahal 80 persen penduduk Indonesia beragama islam,” katanya.
Sebagai langkah konkret adalah keseriusan bank induk untuk memajukan unit syariah (UUS) sendiri, sehingga perkembangan syariah akan lebih cepat tercapai. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login