* Pemprovsu Rugi Miliaran
MEDAN (Berita) : Jebolnya tanggul alur pembuangan PTPN IV Kebun Marihat Simalungun yang menghantam jalan Pematang. Siantar Tanah Jawa tahun lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dirugikan miliaran rupiah. Namun PTPN IV sama sekali tidak perduli, tanpa memberikan bantuan membangun jalan yang roboh tersebut.
Ketua Komisi D, DPRD Sumut, H Ajibshah, Jumat kemarin dalam kunjungan kerja komisi melihat langsung pembangunan jalan Pematang Siantar – Tanah Jawa yang jebol itu.
Ajib mengaku sangat menyesalkan, karena tidak seharusnya PTPN IV tidak peduli sama sekali terhadap kerusakan badan jalan propinsi tersebut. Sebab jalan itu jatuh dan ambruk serta putus akibat air dari perkebunan Marihat jebol menghantam badan jalan tersebut.
“Seharusnya paling tidak manajemen PTPN IV dapat membantu meringankan beban Pempropsu, karemna untuk memulihkan jalan tersebut Pempropsu harus mengeluarkan dana lebih dari Rp 600 juta. Apalagi saat ini masih banyak jalan-jalan di Sumut yang memerlukan anggaran yang tidak sedikit untuk memperbaikinya,” tandas Ajib.
Apalagi, kata dia jalan anjlok itu merupakan jalan satu-satunya sebagai urat nadi bagi masyarakat dari dan ke Tanah Jawa. Apalagi juga masyarakat dan perkebunan PTPN IV Marihat menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut tandan sawit mereka.
“Kita tidak mengerti dengan manajemen PTPN IV. Dimana perkebunan juga sama sekali tidak memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Apalagi untuk kepentingan pemasukan daerah sebagai PAD, hingga kini juga belum ada,” ujar Ajib
Ajib yang didampingi oleh Kasubdis program Dinas Bina Marga Sumut, Leonard Hutabarat juga menyatakan tidak mungkin mungkin pihak PTPN tidak mengtahui kondisi itu. “Rapat berkali-kali dilakukan di PTPN IV perkebunan Marihat. yang menegaskan agar manajemen PTPN IV membantu Pempropsu,” tuding nya.
Sementara itu, Kasubdis Program Bina Marga Sumut, Leo Hutabarat saat diminta tanggapannya mengatakan pihaknya juga telah berkali-kali meminta untuk pihak PTPN IV membantu, namun manajemen PTPN IV terkesan “buang badan”.
“Bahkan secara langsung Gubernur Sumut juga menyurati PTPN IV dan Bupati Simalungun juga pernah menyurati gubernur yang ditembuskan ke PTPN IV untuk meminta perhatian. Namun hingga saat ini masalah tersebut tak pernah digubris. Sementara kenderaan milik PTPN IV hingga saat ini tetap menggunakan jalan tersebut untuk sarana pengangkutan setiap harinya,” beber Leo.
Tim Kunjungan kerja komisi D, DPRD Sumut kali ini, Ajibshah didampingi, TP Simangunsong, M Sitompul, M Yusufiah, Iman B Nasution, Abul H Maturidi, T Sianturi, RK Sarumaha, T Siagian, A Arba, JH Silalahi, menyempatkan untuk meninjau sejumlah irigasi dan berdialog dengan masyarakat Simalungun. Masyarakat Simalungun juga mengharapkan Komisi D untuk segera mendesak PTPN IV ikut bertanggung jawab akan jebolnya jalan tersebut.(irm)
You must be logged in to post a comment Login