HIPMI Berharap Pemerintah Proteksi Industri Kecil Menengah

Jakarta ( Berita ) :  Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa berharap agar pemerintah meningkatkan proteksi kepada industri kecil dan menegah (IKM) untuk menghadapi gempuran produk asing.

“Tidak mungkin membiarkan pelaku IKM dilindas oleh arus globalisasi dan liberalisasi yang kuat. Mereka terlalu lemah,” kata  Erwin, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin [08/02].

Kekhawatiran Erwin ini terkait pelaksanaan perdagangan bebas ASEAN China (CAFTA), dimana produk-produk dari IKM tidak mampu bersaing dengan produk China yang lebih murah harganya, sehingga perlu adanya proteksi dari pemerintah.

HIPMI yang banyak anggota pengusaha IKM dalam menghadapi kompetisi global ini, telah mempersiapkan 101 kader untuk diikutkan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).  Dalam diklat ini, Gubernur Lemhanas Muladi menantang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) jadi produsen pemimpin masa depan.

Muladi mengutarakan, indeks kepemimpinan nasional saat ini belum sesuai harapan, sehingga organisasi kepemudaan seperti HIPMI diharapkan mempersiapkan kader agar menjadi pemimpin bangsa yang akuntabel.

“Masalah moralitas, punya social responsibility, dan ekspertise yang tinggi. Ini yang harus disiapkan ke depan,” tegas Muladi, di depan peserta diklat HIPMI, Senin.

Menurut Muladi, Indonesia akan sulit berkompetisi di tingkat global bila kepempinannya masih terjebak isu premodialisme.  ”Tidak saatnya lagi isu Jawa non Jawa, golongan A dan B menjadi kriteria kepemimpinan. Yang ada harusnya adalah siapa yang profesional dan ahli dia yang memimpin,” tegas Muladi. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login