SIDIKALANG (Berita): Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro didampingi Wakil bupati Irwansyah Pasi, SH bersama muspida Kapolres AKBP Drs.Marzuki,MM, Dandim 0206 Dairi diwakili Kasdim Mayor Inf AS Marpaung beserta Kepala SKPD menabur 10.000 bibit ikanmas di kolam warga, Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Selasa [09/02]. Penaburan bibit ikanmas tersebut merupakan bantuan Community Deploment (CD), PT Toba Pulb Lestari Tbk (TPL), tahun buku 2008. Coordinator CD PT TPL Tbk Ir Agus Buka dalam laporannya dana CD tersebut sebanyak Rp431 juta lebih.
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pertama pemberian bantuan bibit ikan mas 10.000 ekor, kedua bantuan satu unit kamar mandi diperuntukkan di SMAN 1 Parbuluan dan 45 unit meja ,90 unit kursi.
Juga akan dibuat 10 unit baliho tentangt himbauan kesehatan lingkungan masyarakat Parbuluan beserta bantuan bibit kayu uru sebanyak 42500 batang .Dan,diprogramkan diberikan pupuk ayam. Dengan jangka 10-20 tahun kayu tersebut sudah bias di manfaatkan masyarakat.Selain itu, juga mengadakan pelatihan bagi masyarakat Parbuluan agar pandai memproduksi ikan dan mengadomsi dalam memperbanyak ikan.
Pengarahan bupati diadakan di dusun Pargambiran dihadiri Camat Parbuluan Monang Habeahaan ,S.sos dan masyarakat setempat. Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro mengatakan dengan tiga pilar pembangunan yang dicanangkannya yaitu pertanian, pendidikan dan kesehatan.
Ketiga pilar inilah pembangunan skala prioritas Pemerintah Kabupaten Dairi. Itulah gerakan pembangunan kita dengan motto’[Bekerja Untuk Rakyat” tanpa mengabaikan sector lainnya. Pertanian bukan hanya menanam sayur mayur, padi tetapi perikanan juga sebagai bagian pertanian.
Bupati juga menyoroti, PT TPL Tbk karena tidak hadir pada saat pertemuan pemberian bantuan tersebut, dikatakan bahwa pihak PT TPL tidak jantan.Kalau karena PT TPL saya tidak akan hadir disini. Saya hadir disisni karena saya mencintai masyarakat Parbuluan. Pihak PT TPL berarti tidak jantan dating menghadiri acara ini.
Dikatakan selama ini bahwa pihak PT TPL telah menebangi kayu di Dairi,oleh karena itu jangan bangga atas bantuan denagn 10.000 bibit ikan mas, tetapi hutan habis diambil. Kehadiran saya juga disini sebagai melanjutkan program pendahulu saya, karena bantuan ini tahun buku 2008.
Ditambahkannya,untuk CD tahun anggaran 2009-2010 dikatakan bupati tunggu dulu. Jangan diterima ,kalau memang hutan kita yang habis.Kalau hutan kita yang habis berarti menghancurkan masa depan anak cucu kita. Bahwa, di lingkungan ini adalah proyek PLTA Renun, bila hutan habis mau dikemanakan proyek raksasa ini.
Berarti kita tidak perlu mengorbankan semua ini demi penebangan kayu untuk dalih lahan pertanian.Gunakanlah tanah yang ada dengan dengan tanaman tumpang sari.
Maka, dengan itu jangan hutan sampai habis hanya dengan pemberian bantuan bibit ikan. Pemberian itu bukan karena dari kekayaan PT TPL, tetapi semua itu karena hutan kita habis ditebang.Dari situlah bantuan itu diberi. Hanya memberi bibit ikan kepada masyarakat saya pun mampu, walaupun saya miskin.
Tanpa mengorbankan satu pokok kayu pun. Bagi saya siap ke penjara, hanya untuk membela rakyat. Jangan mengorbankan masa depan rakyat, kita tidak mau demikian,sudah pantaskah kita terima hal itu.Bahwa itu semua diberikan, karena hasil dari daerah kita ini, ujar bupati.
Dikatakan lebih lanjut,kedepan mari kita semakin waspada. Dihimbau kepada masyarakat juga jangan merambah hutan. Bila, merusak hutan, itu sangat tabu lebih keras dari pelanggaran lainnya. Jadi, jangan tebang hutan hanya untuk lahan pertanian.
Untuk tahun 2009-2010 dalam penerimaan bantuan itu,kita berhitung dulu yang sudah berlalu sudahlah.Kemudian,kita lebih dulu melihat kepatutan bantuan tersebut.Kita hanya enak dengar dibantu, tetapi darimana asal bantuan itu harus kita tahu.
Sebenarnya, disinilah ketidak setujuan saya, tidak mau menghadiri acara ini,tetapi karena melanjutkan program dari pendahulu saya terpaksa dilaksanakan. Dari hal ini, marilah kita lestarikan hutan daripada meminta sejumlah bantuan yang belum tentu sesuai yang kita terima. (hab)
You must be logged in to post a comment Login