HKBP Nomensen Lalukan KPPM Di Dairi

SIDIKALANG (Berita): Universitas HKBP Nomensen Medan melakukan Kelompok Mahasiswa Peserta Kuliah Praktek dan Pengabdian Mahasiswa (KPPM), periode ke 33 di Kabupaten Dairi dan diberangkatkan di dua kecamatan Tigalingga dan Kecamatan Gunung Sitember.

Sebelum diberangkatkan di dua kecamatan tersebut Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro bersama wakil Irwansyah Pasi,SH lebih dulu menerima rombongan mahasiswa di tempatkan Di Balai Budaya Sidikalang Selasa [09/02]. Hadir pada acara penerimaan tersebut Sekda Drs Arsenius Marbun, Kapolres Dairi AKBP Marzuki ,MM dan Kasdim 0206 Dairi Mayor Inf AS Marpaung.

Laporan dosen pendamping sekaligus Ketua pelaksana dilapangan Agus T Silaen,SH, Mhum dari Universitas HKBP Nomensen Medan mengatakan bahwa jumlah peserta KPPM sebanyak 128 orang.

Terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum 88 orang, Fakultas Bahasa dan Seni 17 orang, Pertanian 15 orang dan fakultas peternakan 8 orang. Penempatan mahasiswa ditujukan di Kecamatan Tigalinnga dan Kecamatan Gunung sitember.

Agus Silaen mengatakan penempatan para anggota KPPM ini untuk memberikan pendidikan, pengajaran, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. Harapan kami apa yang diberikan mahasiswa ini sebagian kuliah nyata semoga bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro dalam sambutannya mengatakan sangat menyambut baik dengan kedatangan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen di Dairi dengan kuliah kerja nyata.

Apalagi adanya program untuk penanaman pohon sebagai pelestarian lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup dan menambah penghasilan perkapita yang sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepan.

Johnny Sitohang menambahkan bahwa motto Pemerintah Dairi “Bekerja Untuk Rakyat”,yang didasari pemikiran setiap abdi Negara termasuk PNS adalah sebagai pelayan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, maka Pemkab Dairi melakukan suatu terobosan dengan membentuk 3 tim untuk turun ke desa.

Dengan tujuan dapat melihat secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat,keluhan masyarakat yang segera dapat ditanggulangi.

Ada 3 sektor pembangunan yang dipriorotaskan yaitu sektor pertanian ,pendidikan dan sektor kesehatan tanpa mengabaikan sektor lainnya. Semua bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Objek pembangunan diprioritaskan berpihak kepada rakyat, sehingga diimplementasikan melalui program terjun langsung di tengah masyarakat.

Maka dengan itu, himbauan kami kepada mahasiswa kalaupun mengkritisi, kreatif itu sangat benar. Kritik sepanjang membangun kami sangat menerima.

Dengan penyampaian bertatakrama, sopan dan santun kami siap menerima. Mengenai maslah daerah ini nanti kedua camat setempat akan memberikan dilapangan ekspos kepada peserta KPPM. (hab)

You must be logged in to post a comment Login