Rakyat Berharap Pansus Century (Jangan) Blunder

Pandangan akhir dari hasil kerja hampir dua bulan Pansus Angket Century mendekati masa akhir kerjanya menyelidiki skandal Century menimbulkan tanda tanya besar. Akankah fraksi-fraksi di DPR RI konsisten dengan pendirian awalnya.

Kalau sebelumnya skor 7-2, di mana hanya Demokrat dan PKB yang setuju dengan kebijakan ‘’bailout’’ sebesar Rp 6,7 triliun, sementara sisanya: PDIP, Golkar, PPP, PKS, Gerindra, Hanura, dan PAN  menyatakan kebijakan tersebut sarat dengan penyimpangan.

Maka skor 7-2 bisa berubah melihat banyaknya intervensi dari pihak-pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung, termasuk ancaman dan iming-iming merambah Pansus menjlang deadline. Jika itu terjadi, kepercayaan masyarakat akan semakin memudar kepada DPR.

Tak pelak lagi kalau momentum saat ini sangat krusial bagi Pansus. Ya, Pansus sedang berada dalam titik kritis di bawah tekanan berbagai praktik kotor pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terkait dengan semakin mendekati titik puncak, pandangan akhir fraksi akan disampaikan Rabu (17/2) besok. Pasti publik mengikuti perjalanan Pansus yang menggebu-gebu di awalnya dan berharap Pansus konsisten dengan temuannya di lapangan di luar dua partai yang mendukung kebijakan ‘’bailout’..

Tentunya kita merasa prihatin dengan statement anggota Pansus Century dari FPG Bambang Soesatyo bahwa tekanan dan ancaman terhadap sejumlah anggota Pansus Century datang dari banyak kalangan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu rata-rata dirugikan jika skandal Century terungkap.

Panitia Angket Kasus Bank Century menyatakan, hasil investigasi lapangan ke lima kota makin memperkuat dugaan adanya pelanggaran pada dana talangan (‘’bailout’’) terhadap Bank Century.

Ketua Panitia Angket Kasus bank Century, di Gedung DPR, Jakarta, Senin, mengatakan, hasil Tim Investigasi Panitia Angket baik yang bertugas di Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, maupun Bali menemukan adanya nasabah yang memiliki rekening mencurigakan. Sehingga semakin memperkuat keyakinan sudah terjadinya penyalahgunaan wewenang dan perampokan dalam kasus Bank Century. Namun begitu, hemat kita, karena ini masalah politik sehingga bisa saja penyelesaiannya juga sarat bermutan politik.

Yang pasti, kita mewakili rakyat mengharapkan Pansus jangan sampai blunder dalam kesimpulan akhirnya. Kalau sebelumnya tegas menyatakan ‘’bailout’’ menyimpang dari ketentuan hukum dan kebiasaan perbankan, jangan pula sampai nantinya skor yang mendukung ‘’bailout’’  malah berbalik. Lebih banyak yang mendukung kebijakan ‘’balout’’ ketimbang menyalahkannya.

Sehingga putusan akhir menjadi acuan masyarakat, partai mana yang benar-benar menjalankan fungsinya, partai mana pula yang mengikuti ‘’arah angin’’ dan ‘’pusat kekuasaan’’.

Kalau benar tim investigasi Panitia Angket menemukan adanya empat nasabah Bank Century yang memiliki rekening mencurigakan maka kesimpulan akhir pansus harus btegas menyatakan  kebijakan ‘’bailout’’ sehingga negara dirugikan.

Sejalan dengan itu, Pansus harus tegas menyimpulkan siapa yang bersalah, dan apa sanksinya. Dan bagaimana kalau Presiden SBY tidak menanggapi kesimpulan Pansus. Bisakah Presiden dimakzulkan? Semuanya itu mungkin terjadi sehingga ke depan kasus ini masih tetap menarik perhatian masyarakat.

Akhirnya kita perlu mengingatkan agar Pansus DPR  konsisten dengan sikap dan putusannya agar rakyat tidak kecewa. Buktikan semua kebobrokan yang terjadi. Ungkap semua transaksi mencurigakan karena adanya transaksi dengan frekuensi tinggi serta transaksi dalam jumlah sangat besar. Banyak praktik kotor dari pihak yang berkepentingan. Tidak hanya penguasa, tetapi juga BI, LPS, KSSK, Bank Mutiara, dan pihak lain yang terkait dengan tim sukses SBY.=

You must be logged in to post a comment Login