Mahasiswa Unsyiah Unjukrasa Menentang Kontes Waria

Banda Aceh ( Berita ) :  Sedikitnya 20 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berunjukrasa di depan kantor Wali Kota Banda Aceh, Jumat [19/02] , meminta pemerintah mengambil sikap terhadap kontes waria yang digelar beberapa waktu lalu.

Puluhan mahasiswi yang mengenakan jas almamater berwarna hijau itu berorasi di depan kantor Wali Kota. Mereka membawa poster bertuliskan penentangan terhadap kontes yang digelar pada Sabtu (13/2) lalu.

Aksi damai tersebut dijaga puluhan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan mereka ditemui langsung Sekda Kota Banda Aceh, T Saifuddin.

Dalam orasinya, koorditnator aksi Denita menyatakan ada upaya sistematis untuk meniadakan bahkan mematikan penerapan syariat Islam di Aceh melalui jalur budaya.

Mereka menilai para pelaku yang menggelar kontes telah melakukan penolakan terhadap syariat Islam secara terang-terangan karena pada dasarnya mereka telah mengetahui bahwa yang dilakukan bertentangan dengan syariat.

Aksi yang mereka lakukan terkait dengan digelarnya kontes waria beberapa waktu lalu dan sejumlah kontes yang mengatasnamakan duta sosial dan budaya Aceh.

Seperti kontes Putri Indonesia Qory Sandrioriva mengatasnamakan perwakilan Aceh berhasil menjadi juara dan kontes putri wisata yang juga perwakilan Aceh berhasil meraih juara kedua.

Menurut para mahasiswa bidang keputrian BEM Unsyiah itu, kontes-kontes tersebut bertentangan dengan syariat Islam serta melanggar qanun No.11/2003 tentang syiar Islam.

“Kami kemari untuk meminta ketegasan sikap pemerintah Kota Banda Aceh terkait kontes waria itu, apalagi setelah ada pernyataan bahwa pemenangnya akan ikut dalam kontes serupa di tingkat nasional,” kata Denita.

Mereka menuntut agar Pemerintah Kota Banda Aceh tidak memberikan rekomendasi untuk pemenang kontes menuju ke tingkat nasional.

Kontes waria dengan tema duta sosial dan budaya Aceh 2010 menurut panitia sudah mendapatkan izin dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh meskipun dibantah oleh MPU. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login