Medan ( Berita ) : PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kemungkinan besar tidak dapat memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk menyalurkan pasokan listrik sebesar 200 megawatt (MW).
“Saya kira 200 MW tidak akan mungkin, nanti Inalum bisa tutup,” kata Direktur Umum dan SDM PT Inalum Nasril Kamaruddin usai pertemuan dengan Pemprov Sumut dan jajaran PT PLN (Persero) Sumut di Medan, Rabu [24/02].
Nasril menjelaskan, dengan tujuh generator pembangkit, PT Inalum hanya menghasilkan daya listrik 465 MW untuk keperluan operasional perusahaan. “Itu sudah terpakai semua,” katanya.
Pada siang hari, kata Nasril, PT Inalum hanya menggunakan sekitar 450 MW untuk operasional perusahaan sedangkan sisanya 15 MW dikoneksikan ke PT PLN (Persero).
Pada malam hari, pihaknya membutuhkan 510 MW dengan penambahan pasokan 45 MW dari PT PLN (Persero). Karena itu, kemungkinan besar pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan Pemprov Sumut agar PT Inalum memberikan pasokan listrik 200 MW.
Ia mengatakan, telah menjelaskan kondisi itu secara teknis dalam pertemuan dengan Pemprov Sumut dan PT PLN (Persero) Sumut tersebut. Meski demikian, pihaknya akan menyampaikan permintaan Pemprov Sumut itu kepada jajaran pimpinan dan pemegang saham di PT Inalum. “Pemegang saham yang bisa menentukan. Saya akan lapor hari ini,” kata Nasril.
Ia mengatakan, ketidakmampuan menyalurkan 200 MW itu tidak ada kaitannya dengan utang PT PLN (Persero) Sumut sebesar 75 ribu MWH. Namun kondisi itu lebih disebabkan keterbatasan kemampuan daya listrik PT Inalum untuk operasional perusahaan dalam memproduksi aluminium. “PLN pasti berhitung dari kepentingannya. Kami juga sama, karena sama-sama perusahaan,” katanya.
Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyatakan pihaknya memahami peraturan di PT Inalum yang harus membicarakan permintaan pasokan listrik itu dengan pemegang saham.
Namun secara substansi, pihaknya merasa bergembira karena PT Inalum menyatakan bersedia membantu pasokan listrik. “Hakikatnya, otorita Asahan dan PT Inalum mendukung kebijakan Pemprov Sumut,” katanya.
Ia mengharapkan, pemegang saham PT Inalum dapat mendengar keluhan masyarakat Sumut yang sering mengalami pemadaman listrik bergilir. “Ini semua tidak bisa diduga,” katanya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login