New Delhi ( Berita ) : India dan Pakistan Kamis mulai melakukan perundingan resmi pertama mereka selama 14 bulan, dalam upaya membawa hubungan mereka yang bergolak kembali ke jalur yang stabil setelah tergelincir akibat serangan Mumbai 2008.
Ada beberapa perkiraan terobosan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negei India, Nirupama Rao, dan timpalannya dari Pakistan, Menlu Salman Bashir, yang saling melontarkan pendapat negatif terhadap agenda tersebut.
Hanya beberapa jam sebelum Bashir tiba di ibu kota India, Rabu, pasukan penjaga perbatasan India mengatakan, mereka telah menembak tentara Pakistan yang menyeberang perbatasan.
“Saya tidak terlalu optimistis,” kata Menteri Dalam Negeri India, P. Chidambaram, sedangkan pejabat senior pemerintah lainnya menyoroti merosotnya kepercayaan karena serangan Mumbai yang menewaskan 166 orang.
Namun menjadi kenyataan bahwa kedua negara pemilik senjata nuklir itu duduk bersama, dengan kemungkinan skenario terbaik mereka membahas satu perjanjian.
Kedua menlu saling berjabat tangan pada saat mereka bertemu untuk perundingan mereka di Wisma Hyderabad, bekas istana kerajaan di jantung ibu kota India.
Sumber-sumber kementerian luar negeri mengatakan, Rao dan Bashir akan bertemu secara langsung selama 20 menit, setelah itu mereka kan bergabung dengan delegasi masing-masing.
“Saya berharap dari perundingan-perundingan kami,” kata Rao kepada wartawan. Sedangkan Bashir mengatakan, dia berharap perunduingan berlangsung ‘sangat baik dan konstruktif.’
Para pakar mengatakan, Washington memainkan peranan penting dalam mempertemukan kedua negara bertetangga itu di meja perundingan, dalam upaya menyirnakan ketegangan-ketegangan dari Asia Selatan, pada saat pihaknya mendesakkan peningkatan jumlah tentara untuk berperang melawan Taliban di Afghanistan.
India membekukan semua dialognya dengan Pakistan setelah serangan Mumbai 14 bulan lalu, dalam peristiwa itu 10 orang bersenjata menargetkan serangan di beberapa lokasi, di pusat keuangan India itu.
India mempersalahkan serangan itu pada gerilyawan yang berpangkalan di Pakistan, dan mengatakan perundingan-perundingan bisa dilanjutkan jika Islamabad melakukan langkah nyata untuk membawa mereka yang bertanggungjawab dalam serangan itu ke pengadilan, serta menumpas kelompok-kelompok gerilyawan di wilayahnya.
Para pejabat tinggi dari kedua negara sejak itu telah bertemu beberapa kali dalam konferensi-konferensi kawasan, namun pertemuan Kamis menandai langkah nyata pertama ke arah normalisasi hubungan kedua negara. ( ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login