Paris ( Berita ) : Negara-negara Barat menyambut keputusan menteri-menteri luar negeri negara-negara Arab untuk mendukung perundingan tidak langsung Palestina-Israel, yang bertujuan mengatasi proses perdamaian Timur Tengah yang lama terhenti untuk kembali berproses.
Washington telah berjuang berbulan-bulan untuk membujuk Israel dan Palestina agar kembali ke meja perundingan, setelah perundingan-perundingan terhenti akibat perang dahsyat yang dilancarkan Israel terhadap Gaza Desember 2008.
Palestina menolak bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika pembangunan permukiman Yahudi di wilayah yang diduduki tidak dibekukan secara keseluruhan.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, terakhir memberikan dukungannya terhadap perundingan tidak langsung itu, yang merupakan prakarsa yang didesakkan oleh Amerika Serikat, sebagai cara untuk memecahkan kebuntuan itu.
“Kini adalah saat yang baik bagi kedua pihak untuk menunjukkan keteguhan, komitmen dan kompromi mereka yang diperlukan untuk menghasilkan perdamaian terakhir… bagi rakyat di wilayah itu,” kata Miliband Kamis.
“Perundingan ini harus segera dimulai, dan mencapai kesepakatan langsung terhadap masalah-masalah sulit yang menjadi inti dari konflik ini,” katanya menambahkan.
Dia juga menyeru agar perundingan-perundingan dilanjutkan kembali.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Miguel Angel Moratinos, mengatakan perundingan-perundingan Palestina-Israel akan menjadi salah satu masalah penting pada pertemuan setengah-tahunan menteri-menteri luar negeri Uni Eropa di Cordoba, Jumat sampai Sabtu.
Dia menyatakan, perundingan Timur Tengah kini berada dalam saat yang kritis, ‘ketika kami ingin meningkatkan sumbangan Eropa terhadap upaya-upaya pemerintah baru Amerika’, kata Moratinos, yang saat ini negaranya menjadi pemimpin Uni Eropa selama enam bulan.
Menurutnya, dialog harus dilanjutkan antara Israel dan Palestina, dan antara Suriah dan Israel, dengan latar belakang situasi di Iran.
Pada November lalu, Netanyahu mulai mengenakan larangan 10 bulan terhadap pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat, namun Palestina menolak dan mengatakan tindakan itu tidak cukup karena mengecualikan pembangunan gedung-gedung untuk umum, proyek-proyek yang ada dan semua yang dilakukan di Jerusalem Timur.
Menteri-menteri luar negeri Arab bertemu di Kairo pada Rabu setuju untuk kembali ke perundingan tidak langsung yang ditengahi oleh Amerika Serikat, bahkan meskipun mereka mengatakan, mereka masih ragu-ragu terhadap niat Israel. ( ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login