SALAM KOMANDO : Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol Oegroseno (kiri), melakukan salam komando dengan Kapolda Sumut yang lama, Irjen Pol Badrodin Haiti (kanan), seusai Sertijab Kapolda Sumut, di Mapolda Sumut, Kamis (4/3). Irjen Pol Oegroseno, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, sedangkan Kapolda Sumut yang lama, Irjen Pol Badrodin Haiti menjabat sebagai Kadiv Pembinaan Hukum Mabes Polri. ( FOTO ANTARA/Irsan Mulyadi/Koz/mes/10. )
Medan ( Berita ) : Kapolda Sumatra Utara yang baru, Irjen Pol Oegroseno akan mengintensifkan program kemitraan dalam menjaga situasi kamtibmas di daerah itu.
Usai serah terima jabatan di Medan, Kamis [04/03], Oegroseno mengatakan, sesuai dengan kebijakan pimpinan Polri, tahun 2010 akan dijadikan momen untuk meningkatkan kemitraan (parnertship).
Program itu merupakan kelanjutan dari program tahun 2009 yakni menciptakan kepercayaan masyarakat (trust building) kepada institusi Polri.
Meski tahun 2009 telah berakhir tetapi program menciptakan kepercayaan masyarakat itu tetap dilakukan seiring dengan mewujudkan kemitraan pada tahun 2010. “Itu semua bagian dari rencana strategis (renstra) kapolri,” kata Oegroseno. Ia menjelaskan, sesuai dengan amanat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Polri harus mampu menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Salah satu cara yang dinilai paling efektif dalam merealisasikan tugas itu adalah menjalin kemitraan dengan masyarakat agar ikut terlibat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan keterlibatan masyarakat, kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat mengganggu kamtibmas dapat dicegah secara cepat. “Itu perlu karena mencegah jauh lebih bagus,” kata mantan Kapolda Sulawesi Tengah tersebut.
Khusus di Sumut, kata Oegroseno, kemitraan itu semakin diperlukan karena pihak kepolisian akan menghadapi beberapa tantangan seperti mengamankan proses pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung di beberapa kabupaten/kota di daerah itu.
Dengan kemitraan itu juga, tidak akan ada lagi perasaan “super” di kelompok tertentu yang dapat memecah persatuan di kalangan masyarakat. “Jadi, perlu semakin banyak berkomunikasi dengan masyarakat,” kata mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri itu. ”Dengan kemitraan itu juga, Polri akan merealisasikan motto ‘polisi pelayan masyarakat pelanggan’,” katanya menambahkan.
Rasa Aman Selalu Ditunggu Masyarakat
Mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, rasa aman dan situasi kamtibmas yang kondusif merupakan kebutuhan utama serta selalu ditunggu dan diidam-idamkan masyarakat.
“Dengan rasa aman itu masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Badrodin dalam farewell parade serah terima jabatan kepada Irjen Pol Oegroseno di Mapolda Sumut di Medan, Kamis. Ia mengatakan, rasa aman itu akan dapat tercipta jika seluruh petugas keamanan dapat menjalankan fungsinya, tanpa memandang struktur jabatan dan kepangkatan.
Hal itu disebabkan upaya menciptakan rasa aman itu merupakan tugas bersama dalam sebuah “team work” yang setiap bagiannya tidak boleh merasa ada yang tidak berarti. “Dari tukang sapu hingga kapolda punya tugas yang sama, yakni menciptakan Sumut yang aman,” katanya.
Karena itu, kata Badrodin, seluruh peristiwa yang terjadi dalam institusi Polri tidak boleh menyebabkan personel mengalihkan perhatiannya dalam upaya menciptakan rasa aman tersebut.
Demikian juga dengan adanya pergantian jabatan Kapolda Sumut yang baru saja terjadi. “Pergantian pejabat tidak boleh menggangu kinerja Polri,” kata mantan Direktur I/Keamanan dan Transnasional Bareskrim Polri tersebut.
Badrodin menjelaskan, ia telah menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumut selama satu tahun 12 hari menggantikan Irjen Pol Nanan Soekarna yang kini menjabat Irwasum Polri.
Selama menjabat pimpinan di Polda Sumut itu, pihaknya telah menghadapi berbagai tantangan keamanan, mulai dari Pemilu 2009, pemilihan presiden dan wakil presiden hingga berbagai unjuk rasa dan gangguan keamanan.
Meski semua tantangan itu berhasil diatasi tetapi Badrodin Haiti mengakui masih banyak kekurangan yang masih belum dapat dilakukan. “Itu menjadi ‘PR’ bagi kapolda sumut yang baru, sekaligus ‘PR’ kita bersama,” katanya.
Kapolda Sumut yang baru Irjen Pol Oegroseno mengatakan, ia telah menerima paparan dari Irjen Pol Badrodin Haiti tentang kondisi di Sumut, termasuk berbagai program yang telah dan belum dilakukan.
“Sudah dipaparkan apa yang sudah tercapai dan apa yang belum (tercapai),” kata mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri itu.
Dengan berbagai tantangan dan kekurangan itu, pihaknya berjanji akan terus mengupayakan terciptanya rasa aman dan situasi kamtibams yang kondusif di Sumut meski akan menghadapi berbagai permasalahan. “Bukan masalah eksternal saja yang harus dihadapi, masalah internal juga sama beratnya,” kata Oegroseno.
Waspadai Pencatut Nama Kapolda Sumut
Masyarakat diimbau mewaspadai adanya oknum atau kelompok yang kemungkinan akan mencatut nama Kapolda Sumut yang baru Irjen Pol Oegroseno untuk mencari keuntungan pribadi.
“Itu yang sangat diimbau Kapolda Sumut,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar di Medan, Kamis, usai farewell parade serah terima jabatan kepada Irjen Pol Oegroseno di Mapolda Sumut.
Baharudin mengatakan, berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi selama ini, selalu saja ada oknum atau kelompok yang mengaku dekat atau menjadi suruhan Kapolda Sumut.
Oknum atau kelompok yang tidak bertanggung jawab itu sering menggunakan nama kapolda Sumut untuk meminta bantuan yang bersifat materi untuk keuntungan pribadi.
Padahal seluruh kapolda Sumut, khususnya Irjen Pol Oegroseno tidak pernah memberikan perintah dan sangat membenci tindakan seperti itu. “Ada-ada saja alasan mereka,” kata mantan Kapolres Dairi itu.
Kemudian, Baharudi mengimbau agar masyarakat melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan adanya oknum atau kelompok yang mencatut nama kapolda Sumut untuk meminta bantuan itu. “Laporkan jika mengathuinya karena itu bisa saja terjadi dimana-mana,” kata Baharudin.
Berdasarkan Telegram Rahasia (TR) 346/III/2010, Irjen Pol Oegroseno dilantik menjadi Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3).
Sebelum dilantik menjadi Kapolda Sumut, Irjen Pol Oegrosene bertugas sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) di Mabes Polri. Sedangkan Kapoda Sumut yang lama, Irjen Pol Badrodin Haiti akan menjabat Kadiv Pembinaan Hukum Mabes Polri.
Tingkatkan Pengawasan Perbatasan
Polda Sumatera Utara akan meningkatkan pengawasan di desa-desa yang berbatasan dengan wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) setelah adanya beberapa tersangka teroris yang berasal dari provinsi itu.
“Akan kita tingkatkan kehadiran personel polisi di desa-desa itu,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno di Medan, Kamis, usai farewell parade serah terima jabatan Kapolda di Mapolda Sumut.
Kapolda mengatakan, aksi terorisme merupakan salah satu atensi pihak kepolisian sehingga harus terus diawasi untuk upaya pencegahan.
Khusus untuk kasus penangkapan tersangka teroris asal NAD itu, pihaknya akan meningkatkan kehadiran personel keamanan di daerah-daerah perbatasan.
Namun, kata Kapolda, peningkatan itu bukan dalam bentuk penambahan personel melainkan hanya meningkatkan kemampuan dan fungsi tugas kepolisian.
Tindakan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan agar aksi terosrisme yang mungkin ada di NAD tidak memasuki wilayah Sumut.
“Jadi, kita tidak menganggap sepele setiap tugas yang ada. Jangan karena itu tugas (polisi) Aceh, lalu kita santai-santai saja,” kata mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri itu.
Selain itu, kata Kapolda, pihaknya juga akan meningkatkan fungsi intelien di Sumut, baik di desa-desa perbatasan dengan NAD tersebut mau pun di wilayah Sumut lainnya.
Namun, peningkatan itu bukan karena adanya terorisme di NAD tetapi karena memang sudah tugas personel intelijen untuk memantau setiap perkembangan situasi. “Personel intelijen harus aktif, ada atau tidak adanya kejadian,” kata mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu.Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 13 tersangka teroris dan berlatih di NAD.
“Mereka terindikasi melaksanakan latihan di sana dengan pelatih,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Selasa (2/3) malam.
Edward mengatakan, para tersangka teroris itu berasal dari Sumatra Utara, Aceh, Riau, Jawa Tengah, dan Jakarta, serta berlatih bersama instruktur yang pernah mengikuti pelatihan di luar negeri.
Selain itu, pasukan khusus Mabes Polri juga menyita tiga pucuk senjata api laras panjang dan delapan butir peluru, serta beberapa dokumen yang menunjukkan instrukturnya pernah berlatih di luar negeri. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login