Takengon ( Berita ) : Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar menyatakan masyarakat mendukung operasi kepolisian yang sedang mengejar tersangka jaringan teroris. Sebagai upaya untuk mengamankan wilayah ini dari gerakan-gerakan yang dapat mengusik perdamaian di provinsi itu.
“Masyarakat Aceh mendukung operasi keamanan untuk pengamanan wilayahnya. Tapi yang penting diperhatikan adalah operasi itu objektif dan tidak merugikan Aceh,” katanya disela-sela meninjau sekolah yang rusak akibat gempa di pedalaman Kabupaten Aceh Tengah, Jumat [05/03].
Hal itu disampaikan wagub menanggapi gencarnya operasi aparat kepolisian untuk mencari kelompok bersenjata yang diduga terkait jaringan teroris di kawasan pedalaman Aceh Besar.
Sepanjang sejarah, tambahnya, paham radikalisme dan terorisme tidak pernah berkembang di Aceh. Hal itu juga tidak dibenarkan oleh ajaran agama khususnya Islam, apalagi kekerasan tersebut tidak pernah menyelesaikan masalah.
“Kalau sejarah di Aceh memang ada perlawanan dan pemberantakan, itu karena disebabkan ekonomi dan keadilan. Tapi semuanya itu sudah berakhir dengan adanya perjanjian damai (15 Agustus 2005) di Helsinki,” katanya.
Masyarakat dan pemerintah serta seluruh elemen di Aceh sudah sepakat mengawal dan memupuk perdamaian pascakonflik untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan bersama, kata Muhammad Nazar.
Oleh karena itu, Wagub menyatakan pentingnya operasi keamanan itu objektif sebagai upaya menghindari jatuh korban di pihak warga sipil yang tidak terkait dengan pelaku perusak perdamaian di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.
“Jangan lagi ada orang yang tidak bersalah menjadi korban. Jika terjadi korban dipihak tidak bersalah maka akan menghambat penyelesaian dan dikhawatirkan nanti dimanfaatkan oleh pihak lain,” kata dia.
Jika warga tak bersalah jadi korban, tambahnya, maka akan berkembang opini yang menyebutkan bahwa aparat keamanan tidak profesional, padahal mereka (aparat) sudah bekerja baik.
“Salah sasaran atau salah tembak itu bisa jadi karena aparat dilapangan panik. Saya berharap para pimpinan di lapangan tidak bosan-bosan juga memberikan arahan kepada bawahannya,” kata dia.
Terkait dengan adanya warga sipil yang tertembak, wagub minta pimpinan Polri untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan kelurga korban itu sendiri.
“Langkah Kapolda Aceh Irjen (Pol) Aditya Warman yang telah minta maaf di media sudah baik, tapi pendekatan dengan keluarga korban harus segera dilakukan termasuk mungkin terkait dengan santunan. Pemerintah Aceh siap mendukung Polri untuk melakukan komunikasi dengan keluarga korban,” katanya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login