Peninggalan Sejarah Harus Dilestarikan

Banda Aceh ( Berita ) :  Peninggalan benda sejarah di seluruh Indonesia merupakan salah satu identitas bangsa yang perlu dilestarikan dan diselamatkan di masa mendatang, kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr Meutia Hatta.

“Benda-benda bersejarah merupakan identitas bangsa yang perlu dilestarikan dan diselamatkan, sehingga generasi penerus bangsa dapat mengenal sejarah bangsanya,” katanya saat berkunjung ke museum mini benda bersejarah Aceh milik H Harun Keuchik Leumik di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, Jumat [05/03].

Menurut dia, semua pihak harus andil dalam menjaga dan merawat peninggalan sejarah, sehingga peninggalan tersebut terus terjaga.  “Pelestarian itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah malainkan juga oleh seluruh komponen masyarakat yang peduli akan benda bersejarah,” katanya.

Hal itu, juga tidak terlepas karena masih adanya benda bersejarah yang tidak tertampung di museum, sehingga diperlukan perhatian semua pihak, katanya.

Museum mini milik Harun Keuchik Leumik menyimpan ratusan benda bersejarah, yakni 300-an koleksi perhiasan emas Aceh, 30 kain sutera Aceh, 13 stempel kerajaan Aceh dan 5 Al Quran tulisan tangan dari abad 13.

Ia mengatakan, koleksi benda sejarah yang berada di museum mininya tersebut merupakan hasil yang dikumpulkan selama  kurun waktu 30 tahun.

Menurut Harun, secara umum benda tempo doeloe tersebut mempunyai motif yang beragam, rinci, halus pembuatannya, serta sarat dengan makna-makna simbolik dan spiritual.

Ia mengatakan, dari peninggalan sejarah itu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh sejak lama sudah dikenal sebagai masyarakat yang berperadaban tinggi.

“Saya berharap kaum muda Aceh, dapat belajar dan menghargai seni dan budaya Aceh melalui benda bersejarah tempo doeloe,” demikian Harun Keuchik Leumik. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login