Jakarta ( Berita ) : Â Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh di Jakarta, Senin [08/03]mendesak aparat kepolisian di semua daerah agar bekerjasama untuk membongkar sindikat serta jaringan perdagangan manusia (trafficking) yang terjadi di beberapa daerah.
Ia mengatakan itu mengomentari pemberitaan beberapa media tentang terjadinya pengiriman sejumlah gadis berusia belasan tahun dari sejumlah daerah ke Singapura dan Malaysia dengan alasan menjadi TKW, tetapi ternyata kemudian dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).
“Jaringannya harus bisa diinvestigasi hingga ke negara tujuan, terutama ke Singapura dan Malaysia. Kita bisa ajak polisi di kedua negara itu bekerjasama, jika memang mereka punya itikad baik untuk membantu menghabisi sindikat serta jaringan ‘trafficking’ ini,” kata mantan Putri Indonesia ini.
Kalau pihak asing tetap memburu perempuan dan anak-anak muda dari Indonesia, kata Angelina Sondakh, berarti pasar kerja bagi kelompok ini memang cukup besar di sana (Malaysia maupun Singapura).
“Pemerintah kitapun melalui Kementerian Luar Negeri dan institusi berkompeten lainnya bisa melakukan pendekatan, bahkan tekanan ke mitra-mitranya di Malaysia maupun Singapura, agar tidak menoleransi aktivitas ‘trafficking’ ini,” katanya.
Sebagaimana diberitakan beberapa media nasional, pekan lalu, aparat keamanan berhasil mengungkap salah satu jaringan perdagangan manusia dari Sulawesi Utara yang sempat merekrut belasan gadis untuk diangkut ke Singapura maupun Malaysia melalui Batam serta titik-titik lainnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Kalau sudah puluhan kali dan sudah ada ratusan gadis dari Manado diangkut ke sana dengan alasan jadi TKW, tetapi ternyata jadi PSK, ini patut dipertanyakan,” tanya Ketua Yayasan Mandiri Sejahtera (YMS), Terry Frans, salah satu kelompok swadaya masyarakat yang mulai mengadvokasi masalah “trafficking”. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login