MEDAN (Berita): Ujian Nasional (UN) tahun lalu masih diwarnai dengan kecurangan. Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi pada pelaksanaan UN 22-26 Maret 2010 ini, pengawasan lebih diperketat mulai dari pencetakan soal UN dan distribusi.
“Kebocoran soal merupakan salah satu kerawanan kecurangan UN,” ujar Koordinator pengawas Ujian Nasional (UN) di Sumatera Utara Prof Syawal Gultom di kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (9/3).
Berbicara didampingi didamping PR I Slamet Triono, PR II Chairul Azmi, Kepala LPMP Sumut Mahdi Ibrahim dan Ketua Penyelenggara UN Sumut Anang Wibowo, dia menerangkan, pertama naskah UN keluar dari percetakan dan didistribusikan. Jadi jika naskah tidak keluar, orang tidak mungkin membocorkan kunci jawaban. Karena itu bentuk pengawasan diperketat dari satuan pendidikan, guru pengawas ruangan, pengawasan, pemerintah dan kepolisian.
Dia juga menyatakan, sanksi pidana dapat dijatuhkan kepada pihak mana pun yang membocorkan soal UN. “Bagi pihak yang membocorkan soal UN yang merupakan rahasia negara dapat dipidanakan, karena itu sebagai bentuk kriminal,” ujar Syawal Gultom.
Syawal mengaku, tahun sebelumnya UN di Sumut terindikasi kecurangan, bahkan sejumlah guru maupun siswa diperiksa pihak kepolisian karena dipergoki melakukan kecurangan pada pelaksanaan UN berlangsung.
“Untuk itu kami melakukan persiapan tentang pengawasan dalam pembagian kuota pada masing-masing perguruan tinggi yang akan menjadi pengawas pada UN di daerah ini dan Unimed dijadwalkan mengawas di Deliserdang dan Langkat,” kata Syawal Gultom.
Pada pelaksanaan UN 2010 ini, lanjut Syawal, tim pengawas UN dari PT dan pemantau dari Tim Pemantau Independen (TPI) akan berusaha dan berkomitmen agar UN lebih jujur dari tahun sebelumnya. Sebagai pengawas, kata Syawal, pihaknya sudah sampaikan untuk bekerjasama dengan pihak aparat, bahkan Kapoldasu juga sudah berkomitmen untuk mengamankan UN dari kecurangan.
Syawal juga mengatakan, pada kuota perguruan tinggi yang akan menjadi pengawas ini nantinya akan ditentukan melalui kemampuan perguruan tinggi tersebut dalam memberikan dosennya untuk menjadi pengawas.
”Jumlah estimasi dosen akan menjadi pengawas pada pelaksanaan UN pada Maret mendatang adalah sekitar 1.300-an orang yang nantinya akan disebar ke seluruh satuan pendidikan yang menggelar UN. Setiap satuan pendidikan nantinya akan ditempatkan satu orang dosen sebagai pengawas, termasuk ke daerah-daerah,” jelasnya.
Perguruan tinggi yang menjadi pengawas, lanjut Syawal yang juga Rektor Unimed ini adalah dosen Unimed, USU, IAIN, Kopertis dan Kopertais.
Unimed ditunjuk sebagai Koordinator Pengawas UN di tingkat SMA/MA dan Penanggungjawab Tim Pemantau Independen (TPI) SMP/MTs, SMPLB, SMALB, SMK UN 2009/2010 untuk Propinsi Sumut. Itu merupakan salah satu fungsi dari perguruan tinggi negeri berdasarkan Permendiknas No 75/2009 tanggal 13 Oktober 2009 di dalam pasal 13 ayat 1 yang menyebutkan Perguruan Tinggi Negeri berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan pengawasan UN satuan pendidikan SMA/MA yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan LPMP.
Menurutnya, peserta UN SMA/MA TP 2009/2010 di Sumut terdata 122.980 orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota dengan jumlah satuan pendidikan penyelenggaran UN sebanyak 1.112 sekolah.
“Besarnya jumlah satuan pendidikan penyelenggara UN akan disesuaikan dengan jumlah pengawas satuan pendidikan UN sebanyak 1.112 orang. Sedangkan jumlah koordinasi satuan pendidikan melibatkan 73 orang,” bebernya.
Dalam pelaksanaan UN ini, lanjutnya, dipastikan ada sejumlah siswa tidak dapat mengikutinya yang disebabkan berbagai halangan seperti halnya sakit.
“Jadi diberikan kebijakan bagi siswa tersebut untuk mengikuti UN susulan yang dilaksanakan 29 Maret hingga 5 April 2010,” ucapnya seraya menambahkan, sedangkan bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus maka diperbolehkan mengikuti UN lanjutan yang digelar 10 – 14 April 2010.
Sedangkan, Ketua Penyelenggara UN Sumut, Anang Wibowo optimis pendistribusian kelengkapan UN akan sampai sesuai dengan jadwalnya ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut. “1 hari sebelum pelaksanaan UN, distribusi naskah soal UN akan sampai dengan pengawalan dari pihak kepolisian,” ujarnya seraya mengimbau, agar peserta UN jangan tergiur dengan iming-iming yang dapat memberikan kelulusan bagi siswa.(aje)
You must be logged in to post a comment Login