Washington ( Berita ) : Amerika Serikat, Kamis mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tahun 2009 di Republik Demokratik Kongo (DRC), Nigeria dan Sudan, tiga negara Afrika yang dilanda konflik.
Di Kongo lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam konflik di daerah-daerah timur yang kaya mineral, termasuk operasi kontra pemberontakan oleh pasukan keamanan pemerintah, kata laporan tahunan HAM Departemen Luar Negeri AS.
Pemerintah itu juga tidak melindungi dan membantu ratusan ribu orang yang terlantar akibat konflik tersebut, kata laporan yang mencakup 194 negara itu.
Militer Kongo dan berbagai kelompok bersenjata secara tidak sah mengrekrut ribuan anak sebagai tentara dan ribuan wanita , anak-anak dan pria diperkosa sementara banyak yang lainnya diculik untuk melakukan kerja paksa dan pemuasan seksual.
Di Nigeria, polisi nasional, tentara, pasukan keamanan lainnya “melakukan pembunuhan semena-mena dan menggunakan tindakan melampaui batas dan mematikan terhadap penjahat dan tersangka yang ditahan.
Tindak kekerasan dalam bentuk pembunuhan,penculikan dan pemerkosaan masal, dan pengusiran paksa para warga sipil yang dilakukan baik pemerintah maupun kelompok non pemerintah terus terjadi di Delta Niger,” tambah laporan itu.
Pelanggaran-pelanggaran seperti itu terjadi walaupun pemerintah Nigeria membentuk satuan tugas tahun 2003 bertujuan memulihkan stabilitas wilayah delta yang kaya minyak itu.
Di Sudan, konflik dan pelanggaran HAM di wilayah Darfur barat “terus terjadi kendatipun Perjanjian Perdamaian tahun 2006 antara pemerintah dan satu faksi Gerakan/Tentara Sudan Selatan.”
“Pasukan yang disponsori pemerintah membom desa-desa, membunuh warga sipil dan mendukung kelompok-kelompok pemberontak Chad . Wanita dan anak-anak terus mengalami tindak kekerasan gender,” kata laporan itu. ( ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login