PR MUI; Harus Pro-Aktif

Kasus pemuatan berita-berita dan gambar atau karikatur Nabi Muhammad SAW terus berlangsung di sejumlah negara, khususnya di Eropa, seperti Swedia. Padahal, di negara itu umat Islam sangat sedikit sekali, tetapi mengapa media massanya begitu reaktif memuat kartun yang menghina Nabi SAW?

Jawabnya, pastilah mereka punya ‘’grand design’’ untuk mendiskreditkan agama Islam dan pengikutnya. Macam-macam berita dan kartun mereka buat dan ekspose di media massa cetak maupun elektronik. Sepertinya memang disengaja untuk memancing kemarahan umat Islam sedunia, dan seperti bisanya mereka memberi alasan bahwa apa yang mereka lakukan adalah kebebasan mengeluarkan pendapat dan ekspresi, walaupun hal itu menghina umat Islam, tetapi di mata mereka perbedaan pendapat itu merupakan suatu kewajaran.

Menurut catatan, sudah tidak terhitung berapa banyak berita maupun gambar yang menghina Nabi Muhammad SAW dipublikasikan media massa di barat sana. Kemunculan komik yang sangat merendahkan harkat dan martabat Nabi Muhammad  SAW itu, terutama di wordpress.com, perlu menjadi perhatian umat Islam dunia, khususnya di Indonesia.

Justru itu, MUI Pusat dan daerah perlu menindaklanjut, pro-aktiflah, agar kasus-kasus penghinaan Nabi SAW  yang semakin sering terjadi dapat diredam. Kalau umat Islam atau MUI diam saja, atau sekadar mengecam belaka, maka penghinaan lewat media massa kafir akan terus berlangsung di masa-masa mendatang. Apalagi mereka beranggapan hal itu bagian dari kebebasan pers dan mengeluarkan pendapat serta ekspresi. Dengan begitu harus ada tindakan nyata untuk menyadarkan para penghina Islam di mana pun juga, baik terhadap pelakunya sendiri maupun medianya. Ini ‘PR’ berat buat umat Islam/MUI.

Kasus terbaru di Swedia harus menjadi pelajaran buat umat Islam dunia, termasuk di Indonesia. Sebab, pihak keamanan di sana   ternyata lebih proaktif melindungi warganya sejalan dengan munculnya kelompok-kelompok yang berupaya membunuh Lars Viks,  pelukis kartun dan pihak-pihak yang merasa dirinya terancam.

Padahal, sejumlah ancaman yang pernah diberitakan media Swedia semuanya tidak terbukti, seakan-akan kelompok garis keras dari Islam fundamentalis akan melakukan pembalasan untuk membunuh mereka yang terlibat pembuatan dan pemberitaannya. Kesannya, sengaja hal itu dibesar-besarkan untuk memancing kemarahan umat Islam yang sebenarnya. Sebab, selama ini umat Islam tidak mudah terpancing dengan manuver dan triks yang mereka jalankan.

Melihat kasus sebelumnya pun kesan sama muncul karena blog yang menggunakan domain wordpress ini kebanyakan memuat postingan kartun berbahasa Indonesia. Beberapa dimuat dengan bahasa Inggris. Kartun itu dibuat dalam empat seri. Tidak mungkin rasanya pelakunya umat Islam sehingga hipotesis kita pelakunya non-muslim namun menyamar seakan-akan dari kalangan umat Islam.

Dari penelusuran, pemuatan kartun menghina Nabi Muhammad SAW itu dalam empat bagian, di mana  seri terakhir dimuat pada 1 Januari 2010, dan  setiap edisinya menampilkan gambar-gambar yang menghina umat Islam beserta Nabi Muhammad SAW. Untuk seri ketiga, dimuat pada 23 Desember 2009 dan seri kedua pada 17 Desember 2009. Sedangkan seri pertama diposting pada 11 September 2009. Pengunjung yang umumnya mengecam  blog ini cukup banyak 874.205 pengunjung.

Bagi umat Islam Indonesia diminta supaya tidak terprovokasi. Sebab, TKP-nya bukan di tanah air kita, tapi di luar negeri. Kita hanya bisa mendesak pemerintah Indonesia lewat Deplu untuk menyampaikan sikap kecewa terhadap negara-negara yang seringkali memuat kartun Nabi Muhammad SAW.

Apa pun alasan mereka hal itu tidak boleh dibiarkan. Jika memang pemerintah Swedia tidak mau menanggapinya dengan serius, pemerintah RI bisa membuat sikap keras dengan memutuskan hubungan diplomasi kedua negara. Sejalan dengan itu, MUI dan seluruh ormas Islam wajib hukumnya melakukan musyawarah guna mengambil jalan terbaik.

alaupun tidak punya jalur untuk melakukan tindakan balasan secara langsung, namun tekanan demi tekanan perlu diberikan, sebaiknya ada aksi nyata misalnya pemboikotan. Jangan sampai kita (umat Islam) hanya diam  nabinya dihina.=

You must be logged in to post a comment Login