*Perawat Terkendala Bahasa Asing
MEDAN (Berita): Sekarang ini masih banyak negara yang membutuhkan tenaga sarjana keperawatan. Namun yang menjadi kendala selama ini banyak perawat yang tidak memiliki kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris.
“Agar punya nilai jual ke luar negeri, sarjana keperawatan harus mengusai bahasa asing, punya kemampuan mengenal obat, dan kemampuan dalam menggunakan komputer,” kata Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Chairuddin P Lubis DTM&H Sp A(K), Sabtu [13/03] ketika meresmikan gedung Fakultas Keperawatan USU.
Menurut rektor, Fakultas Keperawatan harus membuat ilmu tambahan sehingga lulusannya bisa ditampung untukĀ bekerja di luar negeri. Rektor juga menegaskan bahwa selama ini telah terjadi kesalahan persepsi tentang tenaga keperawatan. Misalnya menganggap bahwa tenaga keperawatan adalah bawahan dokter. Padahal yang sebenarnya, tenaga keperawatan adalah mitra kerja para dokter.
“Diluar negeri para perawat yang menguasai ruang, bukan dokter,”kata Rektor USU dengan mencontohkan negeri Belanda itu. Rektor minta anggapan keliru selama ini diubah sehingga masyarakat tahu bahwa tenaga perawat itu adalah mitra dokter, bukan bawahan dokter.
Disamping itu rektor juga meminta pihak fakultas untuk melakukan jaringan kerjasama dengan pihak rumah sakit yang ada di kota Medan sehingga dapat membantu melahiran lulusan tenaga keperawatan yang terbaik .
Dekan Fak Keperawatan, Dedi Ardiansyah menambahkan bahwa tenaga keperawatan memang bukan bawahan dokter. Tenaga keperatawan bertugas menyembuhkan pasien sesuai dengan posisinya selaku tenaga perawat, sedangkan dokter sesuai dengan keahliannya.
Ditanya adanya utang piutang terhadap Fakultas Kedokteran yang selama ini memang berada di bawah naungan, menurut dia, hal itu tidak benar, karena fakultas Keperawatan ini memang milik USU. Walaupun dalam membangun Fakultas Keperawatan ini menggunakan uang Fakultas Kedokteran, tetapi tidak ada istilah utang, karena semua uang yang ada adalah milik USU.
Rektor USU juga menyebutkan, jangan sampai ada muncul istilah utang. kalaupun ada menggunakan uang FK dalam membangun Fak Keperawatan, harap dianggap selesai saja. Bagaikan antara anak dan ayahnya, tidak ada istilah utang.(aje)
You must be logged in to post a comment Login