Padang ( Berita ) : Jakarta Japan Club Foundation (JJCF) memberikan bantuan dana senilai Rp2,5 miliar untuk pembangunan kembali SMA Negeri 10 dan tiga unit SD yang rusak akibat gempa di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek sekolah bantuan dari JJCF itu, Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri dan Gubernur Sumbar Marlis Rahman secara simbolis melaksanakan peletakan batu pertama di gedung SMA Negeri 10 Padang, Senin [15/03].
Dalam acara peletakan batu pertama itu, hadir Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, Ketua JJCF Kimisha Imada dan Pembantu Rektor II Unand Padang Werry Darta Taifur serta rombongan JJCF.
Pengerjaan gedung empat sekolah yang dibantu JJCF berkerja sama dengan Fakultas Teknik Unand Padang itu ditargetkan selesai enam bulan ke depan.
Dubes Jepang Kojiro Shiojiri dalam sambutannya dengan bahasa Indonesia mengatakan, berbahagia bisa datang langsung ke Kota Padang karena selain peletakan batu pertama sekolah yang dibatu JJCF, dirinya juga bisa melihat langsung bagimana masyarakat Padang bangkit setelah gempa.
Kojiro mengharapkan, sekolah yang dibangun dengan bantuan JJCF berkerja sama dengan Unand Padang bisa menjadi contoh di Indonesia.
Kepala SMA Negeri Padang Saparmi Budaya Putra mengatakan 80 persen gedung SMA Negeri Padang mengalami rusak berat. Kondisi itu menggangu proses belajar mengajar dan menimbulkan trauma bagi siswa.
Pacsagema sebanyak 730 siswa belajar di lokal-lokal darurat yang dibantu pemerintah provinsi dan pihak lain sehingga proses belajar mengajar tetap lancar. “Kami sangat berbahagia dengan bantuan dari JJCF ini sehingga beberapa bulan mendatang sejumlah gedung bisa ditempati kembali,” kata Saparmi.
Wali Kota Padang Fauzi Bahar usai kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Jepang yang telah membantu pembangunan sejumlah sekolah yang rusak akibat gempa di Padang.
Bantuan dari pemerintah Jepang tidak hanya pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa di Padang, tapi secara moril dan materil sudah menyalurkan bantuan pada masa tanggap darurat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah Jepang, karena dalam masa tanggap darurat, tim rescue asal Jepang segera datang ke Padang untuk memberikan pertolongan,” kata Fauzi.
Karena itu, kerja sama yang terbangun dengan pemerintah Jepang, dan asosiasi atau komunitas negara Sakura itu, tetap berlanjut.
Menyinggung pembangunan dua gedung di SMA Negeri 10 Padang, Wali Kota mengatakan, pembangunan dilakukan dengan sistem “retrofit” atau penguatan dasar bangunan yang aman gempa.
Dengan demikian, saat terjadi empa bumi dengan kekuatan besar bisa dijadikan tempat evakuasi, baik bagi pelajar maupun masyarakat umum karena berada pada lokasi padat penduduk. “Pembangunan SMA Negeri 10 Padang menerapkan sistem aman gempa sehingga ke depan bisa dijadikan lokasi evakuasi,” ujarnya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login