Methodis-2 Education Expo 2010 Lahirkan Siswa Berbakat

MEDAN (Berita): Sebanyak 1.493 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se- Sumatera Utara  bersua di Perguruan Methodist-2 Medan pada Jumat dan Sabtu [12-13/3].

Kedatangan mereka ke sekolah berlokasi di Jalan Thamrin itu untuk bertarung memperebutkan piala bergilir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  dan piala tetap Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan dalam ajang Lomba Sains Plus Antarpelajar SMA se-Sumut ke-8 digelar Perguruan Methodist-2 Medan.
Ketua panitia pelaksana Drs Bob S Saragih MSi didampingi ketua panitia pengarah Drs Kusno, menyebutkan, Lomba Sains bertujuan mengekspresikan rasa ingin tahu dan meningkatkan kreativitas sistematika berpikir dan nalar siswa, serta mempererat hubungan sesama siswa, guru dan sekolah.
BoB Saragih mengatakan, lomba sains plus yang terangkum dalam Methodist-2 Education Expo 2010 ini digelar pada 12-13 Maret dari 20 kabupaten dan kota juga melibatkan 30 institusi dalam dan luar pada pameran pendidikan.
Ajang tahunan ini memperlombakan 5 bidang studi , yakni kimia, fisika, biologi dan matematika disusun Lembaga Olimpiade Sains Indonesia (LOPI), sedangkan lomba pelajaran bahasa Inggris disusun Lembaga Pendidikan Singapura.
Pada lomba sains plus ini, siswa SMA Methodist 2 dilibatkan hanya sebagai peserta pembanding. Ini dilakukan untuk  menghindari kecurigaan adanya KKN, sehingga perlombaan bisa berlangsung fair.

Pada lomba bermotto “Datang, Berlomba dan Jadilah yang Terbaik” itu diharapkan tercipta suasana kompetisi yang sehat antar-siswa, antar-sekolah di bidang Sains.

Disebutkan, sama seperti tahun sebelumnya, event ini dirangkaikan dengan Seminar Guru Nasional ke-4 (dengan pembicara Ir Donald Tambunan/ketua LOPI, dan Drs H Hasan Basri MM/Kadis Pendidikan Kota Medan) dan Pameran Pendidikan Internasional ke-10.

Bob melihat animo peserta sangat besar karena selama ini event yang tidak bertujuan profit ini digelar secara fair play. Melalui kegiatan ini pula pihaknya berharap dapat melahirkan siswa-siswa berbakat di bidang sains. Kemungkinan untuk event mendatang bakal diadakan Olimpiade Ekonomi.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs H Bahrusmyah MM mengatakan, melalui perlombaan sains dan olimpiade lainnya diharapkan ditemukan siswa-siswa berbakat.

“Bagi siswa yang berbakat itu harus mendapat perhatian dari pemerintah maupun sekolah untuk terus dibina agar jangan ‘hijrah’ ke negara lain,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs H Bahrusmyah MM mewakili Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin pada pembukaan lomba sains plus Methodis-2 Education Expo 2010 di perguruan tersebut Jalan HM Thamrin Medan, Jumat (12/3).

Menurut Bahrum, untuk mendapatkan siswa-siswa berbakat itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui ajang olimpiade ataupun lomba-lomba sains. Karena itu sudah sewajarnya siswa berbakat itu mendapat perhatian agar tidak “diambil” negara lain.

Dengan adanya kegiatan lomba sains plus yang digelar Perguruan Methodist 2 ini, lanjut Bahrum pemerintah provinsi Sumatera Utara perlu memberi apresiasi terhadap ajang yang dilakukannya, sebab dengan kegiatan ini bisa meningkatkan potensi dan kompetensi siswa. Untuk itu ajang seperti ini perlu diikuti sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri MM mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan motivasi bagi semua siswa untuk berlomba secara kompetetif dalam memacu diri mengejar prestasi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan juga dapat terjalin hubungan yang harmonis antara sesama pelajar dan bermuara pada pembentukan pola belajar efektif dan efisien serta tingkah laku yang positif,” ujar Hasan.

Sedangkan kepada para guru yang berpartisipasi pada simposium guru nasional, kata Hasan diharapkan dapat saling bertukar pikiran dan berdiskusi demi meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Harus disadari bahwa dalam upaya penigkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, tidak ada perbedaan tanggung jawab  antara sekolah negeri dengan swasta.

Pimpinan Perguruan/Kepala SMA Perguruan Methodist 2 Medan Pdt Paulus Subyanto STh mengatakan, untuk menjadi sumber daya manusia berkualitas diperlukan nilai tambah  dan nilai itu makin tinggi jika ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang makin keras generasi muda perlu dipersiapkan  sejak dini, sehingga bangsa ini bisa sejajar dengan  bangsa lain yang sudah maju.
“Upaya penigkatan kecerdasan bangsa dan kesadaran ilmiah bagi pengembangan SDM untuk masa depan merupakan usaha yagn penting agar generasi mendatang mampuberperan serta mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Paulus.(aje)

You must be logged in to post a comment Login