BERSALAMAN : Tokoh masyarakat Kota Medan, Rahudman Harahap bersalaman usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW yang dilaksankan GMD Kota Medan di Jalan Yos Sodarso, Aloha, Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (13/3) malam. (Berita Sore/ Rustam Effendi )
MEDAN (Berita): Untuk menjadikan Kota Medan yang lebih baik, diingatkan tidak hanya melakukan pembangunan fisik, tapi harus diimbangi dengan pembangunan mental-spritual. Tidak sedikit warga yang mengharapkan agar Calon Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM dan Calon Wakil Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi (Nomor 6) kelak mampu melaksanakan amanah rakyat.
”Kita berharap, kelak Pak Rahudman dan Pak Eldin mampu mewujudkan Kota Medan yang madani dan religius, antara lain dengan cara lebih menyemarakkan berbagai kegiatan keagamaan dan lebih memperhatikan pendidikan agama,” ujar Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Medan Marelan Hj Aisyah SN menjawab wartawan di Medan, Sabtu [13/03].
Tokoh masyarakat yang juga Ketua Bidang Dakwah BKMT Kota Medan ini menjelaskan, pendidikan agama harus menjadi perhatian serius, termasuk menambah honor guru madrasah yang sering masih sangat minim. ”Bayangkan, ada guru madrasah yang menerima honor Rp200 ribu sebulan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, untuk memilih pemimpin memang harus betul-betul mempertimbangkan berbagai aspek. ”Memilih pemimpin jangan hanya karena ambisi. Harus diperhatikan kualitas intelektual dan pengalamannya,” ujar Hj Aisyah SN.
Dia menilai, Calon Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM dan Calon Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi merupakan dua sosok yang memiliki komitmen sangat kuat untuk membangun Kota Medan menjadi lebih baik.
”Sebagai birokrat, Pak Rahudman dan Pak Eldin tentu saja mengetahui secara persis apa yang akan dilakukan untuk menjadikan ibukota Propinsi Sumatera Utara ini menjadi lebih baik dan menjadikan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya.
Selain itu, Hj Aisyah SN menilai, Rahudman dan Eldin adalah pemimpin yang sangat aspiratif, tanggap dan cekatan dalam melakukan berbagai kebijakan yang orientasinya untuk kemaslahatan orang banyak.
Diakuinya, untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, tentu saja bukan pekerjaan mudah. ”Tapi, insya Allah, saya yakin mereka mampu mewujudkan amanah rakyat karena mereka memiliki kualitas intentelektual dan berpengalaman,” ujarnya.
Berbagai hal masih harus dilakukan untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik, termasuk pembangunan bebagai infrastruktur yang rusak. Juga penanggulangan banjir yang sering meresahkan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan umum dan pembangunan kawasan pinggiran seperti kawasan Medan Utara.
Dia percaya, berbagai masalah ini dapat diselesaikan jika dilakukan secara bersama-sama sesuai fungsi masing-masing. Mereka juga berbuat di BKMT, yang antara lain menjadikan wadah ini bagian dari pembinaan.
Dia menjelaskan, BKMT di Kecamatan Medan Marelan yang memiliki anggota 2.000-an orang dan BKMT Kota Medan yang memiliki sekira 10.000 anggota, tidak hanya melulu wadah pengajian kaum ibu, tapi juga wadah pembinaan kaum perempuan.”Selain melakukan shalat tasbih, zikir dan ceramah agama, kami juga sering melakukan seminar tentang perempuan dan keluarga,” ujar Hj Aisyah SN. (irh)
You must be logged in to post a comment Login