Budaya Indonesia Dipamerkan Di Polandia

Jakarta ( Berita ) :  Potensi ekonomi dan keragaman budaya Indonesia dipamerkan pada acara Indonesian Days di Byalistok, timur laut Polandia, dan dilaporkan pihak KBRI Warsawa sebagai menarik perhatian pengunjung.

Juru bicara KBRI Warsawa Any Muryani dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu [17/03] , mengatakan pameran budaya Indonesia tersebut berhasil mengukuhkan persaudaraan sesama umat Islam Indonesia dan Polandia, khususnya terhadap Muslim dari etnis Tartar yang berpusat di Byalistok.  Acara Indonesian Days merupakan tema yang dipilih oleh Persatuan Agama Islam di Polandia tersebut dalam kaitan dengan Hari Budaya Islam.

Acara Indonesian Days diisi dengan ceramah, pameran foto Nusantara, demonstrasi masakan Indonesia, pagelaran musik dan budaya tradisional.

Dalam kesempatan itu, Dubes RI Warsawa Hazairin Pohan menyampaikan dua presentasi, yakni tentang potensi ekonomi dan kerja sama bilateral RI-Polandia di Business Club Byalistok pada hari Jumat (12/3), dan tentang keragaman budaya di Islamic Culture Centre pada hari Sabtu (13/3).

Ceramah Dubes RI tentang keragaman budaya Indonesia juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai keadaan umat Islam di Indonesia, merupakan awal dari presentasi budaya musik gamelan yang dimainkan oleh tim the Warsaw Gamelan Group, diselingi beberapa yang dibawakan oleh Maria Szysmanska (Gambyong dan Yapong) serta tari Panji Semirang oleh Martyna Cwiek.

“Meskipun tampak dari luar pengaruh kuat budaya Hindu dan Budha pada musik tradisional Indonesia, tidak banyak diketahui bahwa medium gamelan dan tarian tradisional juga digunakan oleh para ulama untuk menyebarkan agama Islam, yang telah menjadi mayoritas agama penduduk sejak abad ke-15,” kata Dubes Pohan.

Menurut dia, beberapa instrumen gamelan itu justru diciptakan oleh para sunan, sehingga musik gamelan dapat dikatakan sebagai bagian dari budaya Muslim di Indonesia.

Dalam acara presentasi budaya pada Sabtu malam, turut hadir dan menyampaikan sambutan adalah Mufti Polandia Tomasz Miskiewicz dan Walikota Byalistok Truskolaski, di hadapan 100 undangan yang khususnya adalah umat Islam keturunan Tartar di Byalistok.

Indonesia juga berkesempatan memperkenalkan budaya kulinari dalam demo memasak  nasi goreng dan sate ayam  yang dibawakan oleh para ibu dari Dharma Wanita Persatuan  KBRI Warsawa.

Di hadapan sekitar 40 orang kaum Muslim dari Etnis Tartar yang bermukim di Bia’ystok dan sekitarnya. Atraksi demo masak berlangsung di Islamic Culture Centre yasng juga diliput oleh TV lokal dari Biaystok.

Buka wawasan

Mufti Tomasz Miskiewicz sebagai ketua penyelenggara kegiatan Indonesian Day di Bia’ystok menyampaikan puas atas terselenggaranya acara tersebut sehingga lebih membuka wawasan masyarakat Muslim di Polandia tentang negeri Indonesia yang tidak saja menjadi negeri Muslim terbesar di dunia tetapi juga suatu negeri yang kaya dengan potensi ekonomiya.

Untuk itu, Mufti mengharapkan Indonesia akan dapat berpartisipasi pada festival budaya Tartar yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2010.

Dalam pertemuan dengan Walikota Byalistok dan Gubernur Provinsi dan Ketua DPRD setempat Dubes Hazairin Pohan didampingi Mufti Polandia Tomasz Miskiewicz juga membicarakan upaya peningkatan kerja sama ekonomi kawasan itu dalam kerangka kerjasama RI-Polandia, khususnya di bidang industri pertanian dan makanan.

Dalam konteks tersebut, Dubes Pohan menyatakan Mufti Polandia pekan depan akan melakukan kunjungan ke Indonesia.

Mufti Polandia Tomasz Miskiewic selama sepekan akan berkunjung ke Indonesia, khususnya untuk pembentukan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan telah dijadwalkan untuk pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali dan pejabat-pejabat Departemen Pertanian khususnya untuk tukar-menukar informasi mengenai persyaratan sertifikat halal bagi produk-produk makanan, serta menyampaikan kuliah di Universitas Islam Negeri(UIN)  Syarif Hidayatullah, Ciputat Jakarta.

Dubes Pohan mengharapkan kunjungan tersebut akan lebih mempererat persaudaraan antara umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia dengan minoritas Muslim keturuan Tartar di Polandia. ( ant  )

You must be logged in to post a comment Login