Meskipun nenek moyang Obama beragama Islam dan ia dengan panggilan Barry semasa kecil sekolah di Menteng (SD) Jakarta, bukan berarti kedatangan Presiden Obama disambut dengan tangan terbuka oleh komunitas penduduk Indonesia.
Buktinya, meskipun Obama pernah tinggal beberapa tahun di Indonesia bersama ayah tirinya Sutoro, massa HTI tidak mau mengistimewakan Obama. Malah sejak sepekan lalu massa HTI melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Obama.
Namun aksi itu hanya sinyal bahwa Obama bukanlah manusia sempurna, karena kebijakan pemerintah Amerika Serikat sangat mendiskreditkan dan menzalimi umat Islam dunia.
Sehingga meski ada penolakan Obama tetap akan datang ke Indonesia atas undangan pemerintah RI. Tidak tanggung-tanggung waktunya tiga hari. Sangat berbeda dengan kedatangan pendahulunya Presiden Bush sebelumnya yang hanya beberapa jam saja, lalu terbang lagi alias hanya singgah sejenak.
Hemat kita apa yang dilakukan saudara kita massa HTI sebenarnya positif untuk mengingatkan pemerintah Amerika bahwa pengiriman pasukan yang begitu banyak di Afghanistan menunjukkan sikap arogan negara adidaya itu, bisa berbuat semena-mena terhadap negara lain. Tidak hanya di Afghanistan tetapi juga di Irak dan sejumlah negara lainnya yang notabene banyak pendduk Islamnya.
Terbukti jelas kalau pemerintahan Obama memerangi umat Islam di beberapa negara, seperti di Irak, Afghanistan, Gaza-Palestina, dan Somalia. Saat terjadi pembantaian kaum Muslim di Gaza dan memberi bantuan 800 juta dolar pada militer Israel, Obama tidak sedikit pun merespon protes kalangan umat Islam.
Dia juga enggan menutup penjara Guantanamo, hanya sebatas janji sehingga kunjungan Obama ke Indonesia dinilai sekelompok orang negatif karena tidak lain untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini, mengingat negeri ini kaya sumber daya alamnya, tidak mungkin presiden negara imperialism au berlama-lama di Indonesia kalau tidak punya keinginan terselubung.
Harapan kita kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mampu meyakinkan Obama agar mau menjadi pemberi informasi tentang demokrasi dan pluralisme Indonesia di mata dunia.
Tidak hanya yang bagus-bagus saja, tetapi hal-hal yang mendiskreditkan Indon esia juga harus diperjuangkan untuk dibicarakan, seperti embargo senjata Amerika dan suklitnya produk Indonesia masuk Amerika.
Di sinilah kita harapkan pertemuan Obama dengan Presiden Obama dan pertemuannya dengan pemimpin Islam Indonesia dapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menguntungkan buat kedua belah pihak. Ini baru positif. Jangan ada agenda yang tersembunyi, apalagi kalau agenda itu semata-mata menguntungkan Amerika dan menekan pemerintah Indonesia.
Negara-negara maju termasuk Amerika memang selalu memanfaatkan kelemahan bangsa-bangsa lainnya, termasuk Indonesia untuk keuntungan mereka di bidang ekonomi, politik, keamanan dll. Di sinilah pemerintah Indonesia harusb dapat memanfaatkan kedatangan Presiden Obama untuk kepentingan bangsa Indonesia. Meskipun belum jelas agenda kedatangan Obama ke Indonesia kita berharap jangan sampai tuan rumah malah didikte untuk membicarakan hal-hal yang hanya menguntungkan Amerika dan sekutunya saja. Kehadiran Obama harus dapat membawa pengaruh positif bagi Indonesia ke depannya.=
You must be logged in to post a comment Login