BINJAI (Berita): Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Binjai Prof H Syamsul Arifin, SH, MH dan Drs Abdi Nusa Tarigan, SH mendapatkan nomor urut 6 pada pencabutan undian yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Binjai, Minggu (14/3) di Pendopo Umar Baki Binjai.
Menurut Syamsul, angka 6 merupakan angka yang baik karena pada proses pengambilan nomor urut itu, wakilnya Abdi Nusa Tarigan diberi kesempatan untuk mencabut nomor juga untuk penetapan pihaknya mendapatkan nomor urut yang ke 6 dari 9 calon Walikota Binjai yang ada.
Atas perolehan ini, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Binjai yang telah memberikan dukungannya dalam bentuk KTP, sehingga dirinya dinyatakan lulus verifikasi sebagai calon walikota Binjai dari jalur independen.
Perolehan angka 6 itu diyakininya dapat membawa Kota Binjai menjadi lebih baik sesuai dengan slogannya “MENDAI” (Bahasa Melayu berarti baik) yang juga berasal dari 6 huruf atau kepanjangannya “Menanam Itu Ibadah”.
Perolehan angka itu juga dianggapnya sebagai anugrah kepada pihaknya, sekaligus membawanya mewujudkan Kota Binjai sebagai wilayah yang mampu menciptakan Millenium Development Cool (MDC) yakni Kota Binjai yang penuh dengan pengembangan cagar budaya alam, sehingga menjadikan Kota Binjai sebagai Kota yang sejuk, asri, permai.
Hal ini sesuai dengan bidang yang digelutinya saat ini yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bappedalda) Sumatera Utara dan guru besar di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Panca Budi (Unpab) itu.
Tak ketinggalan dirinya yang merupakan turunan dari bangsawan Melayu, akan menciptakan Kota Binjai menjadi kota religius dalam meningkatkan hubungan beragama dan sosial kemasyarakatan, makmur, aman, mudah dalam segala urusan birokrasi.
Tentunya dalam menerapkan program-programnya tersebut, tidakk terlepas dari peran pemerintah Kota Binjai dengan menciptakan Sumberdaya Alam (SDA) dan Sumberdaya Manusia (SDM) yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan Kota Binjai kedepan yang diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran. Pentingnya hal itu dikarenakan setiap tahunnya tercatat ribuan jumlah pengangguran dari kalangan masyarakat ilmiah.
“Salah satu upaya yang dapat dijalankan untuk mewujudkan terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat pengangguran itu, pihaknya akan memanfaatkan sampah untuk kontribusi PAD yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pengangguran,” kata Syamsul. Serta menarik investor untuk membuka usaha di Kota Binjai sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja yang masih tersisa di kota itu.
Pencetusan ide pemanfaatan dan pengelolaan sampah itu, sesuai dengan amanat dari Undang-Undang nomor 18/2008 tentang pengelolaan sampah, karena jumlah sampah yang setiap harinya dikota Binjai mencapai puluhan ton dapat dimanfaatkan sebagai sumber PAD Kota Binjai yang besar bila dikelola secara baik dan tepat sasaran.
Pantauan Berita, kedatangan pasangan Prof H Syamsul Arifin dan Drs Abdi Nusa Tarigan ke Pendopo Umar Baki Binjai diiringi ribuan massa dari kalangan abang becak, warga Binjai dan sesuai pencabutan nomor urut tersebut.
Pasangan ini menyempatkan diri untuk makan dan mandi bersama dengan masyarakat Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota. Pada kesempatan itu dia juga menyebutkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan masyarakat setempat masih belum sesuai dengan peruntukkannya yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 tahun 2007 yang menyebutkan bahwa setiap sungai yang ada di Indonesia untuk kelas I hingga kelas IV harus dilakukan observasi dan analisis ulang terhadap penggunaannya.
Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil sample air sungai dan air sumur masyarakat setempat untuk dianalisa di laboratorium kandungan kadar bahan kimianya, sehingga layak dikonsumsi masyarakat. (atg)
You must be logged in to post a comment Login