Jerusalem ( Berita ) : Sebagian besar warga Palestina di Jerusalem timur, yang mencakup tiga dari empat anak, hidup di bawah garis kemiksinan, kata sebuah kelompok hak asasi manusia Israel, Senin [10/05], dengan menuduh Israel melakukan pengabaian dan diskriminasi.
“Jerusalem yang disatukan tidak ada,” Asosiasi untuk Hak-hak Sipil di Israel (ACRI( mengatakan dalam laporan yang dikeluarkan ketika negara Yahudi itu memulai perayaan untuk menandai ulang tahun ke43 pencaplokannya atas Jerusalem timur Arab.
“Kebenaran itu adalah, dua kota yang hidup berdampingan,” kata laporan tersebut, menantang klaim Israel bahwa negara itu telah menyatukan kota suci tersebut setelah mencaploknya. Pencaplokan Israel atas kota itu tidak diakui oleh masyarakat internasional.
Tujupuluh-lima persen anak Palestina di Jerusalem timur hidup dalam kemiskinan dibanding dengan 45 persen anak Yahudi di kota itu, papar laporan tersebut. Menurut ACRI, “95.000 lebih anak di Jerusalem timur hidup dalam keadaan miskin terus-menerus.”
Meskipun kemiskinan merajalela, hanya 10 persen dari 300.000 warga Palestina di Jerusalem timur yang memiliki akses ke pelayanan sosial, laporan itu menambahkan.
Pengabaian itu meluas benar-benar di setiap sektor kehidupan di bagian Arab Jerusalem, dan ACRI menyalahkan hal itu pada pemerintah. “Kebijakan Israel selama empat dasawarsa terakhir telah mengambil bentuk konkrit seperti diskriminasi dalam perencanaan dan pembangunan, pengambialihan tanah, dan investasi minimal dalam infrastruktur fisik serta pelayanan pemerintah dan kotapraja,” kata laporan tersebut.
Kantor Nir Barkat, walikota Jerusalem timur, tidak memiliki komentar sgeera mengenai laporan itu. Israel telah mengambilalih lebih dari sepertiga tanah di Jerusalem timur yang dimiliki secara pribadi oleh warga Palestina. Di atas tanah itu, telah dibangun lebih dari 50.000 rumah bagi penduduk Yahudi.
Selama beberapa dasawarsa terakhir, benar-benar tidak ada izin yang telah dikeluarkan bagi pembangunan perumahan Palestina, sementara ada kekurangan sekitar 1.000 ruang kelas.
Alokasi anggaran tahunan per anak sekolah dasar di Jerusalem timur 577 shekel (152 dolar) dibanding dengan 2.372 shekel (627 dolar) di Jerusalem barat.
Sekitar 160.000 warga Palestina tidak memiliki hubungan yang layak dan sah dengan jaringan air dan 50 Km saluran kotoran penting tak cukup, menurut laporan itu.
Pada akhir 2009 kira-kira 303.429 warga Palestina tinggal di Jarusalem timur, yang setara dengan sekitar 36 persen dari semua penduduk kota itu sebanyak 835.450 orang.
Israel mengklaim seluruh Jerusalem sebagai ibukotanya yang kekal, sementara Palestina melihat Jerusalem timur sebagai ibukota negara mereka pada masa datang.
Status kota suci itu, dan juga permukiman Yahudi yang dibangun di tanah Palestina yang diduduki, telah lama termasuk di antara masalah paling sulit dalam upaya Palestina-Israel untuk mencapai perjanjian perdamaian. (ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login