Jaman semakin canggih dan teknologi semakin maju membuat semua orang dengan perlahan mengikuti semua perkembangan dan berusaha memahami semua kecanggihan-kecanggihan tersebut tanpa memandang usia, dan status sosialnya. Bukan hanya teknologi melalui internet, barang sekecil ponsel pun saat ini hampir semua orang sudah memilikinya.
Yang memang sedang hangat-hangatnya saat ini adalah internet dan semua aplikasinya. Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya sedang menjadi tren dikalangan semua lapisan masyarakat. Tua-muda sudah banyak yang mengikuti situs jejaring sosial ini. Dari segi pemanfaatannya sudah pasti ada segi positif dan negatifnya. Sebagian kalangan menilai bahwa jejaring sosial ini mampu menyambung hubungan dengan rekan dan kerabat yang tinggal berjauhan bahkan yang sudah jarang bertemu, sepeti teman sekolah, teman kuliah, saudara yang ada di luar kota bahkan yang ada diluar negeri. Tapi belakangan kegunaan ini mulai disalah artikan oleh sebagian orang dan sudah tentu merugikan pihak yang lain.
Beberapa kasus yang terjadi seperti anak hilang, penculikan dan perdagangan orang, bahkan sampai kepada pembunuhan sering dikait-kaitkan dengan penggunaan jejaring sosial seperti facebook. Korban penculikan dan anak hilang rata-rata adalah anak dibawah umur atau remaja tanggung. Mereka (korban) dikabarkan menghilang atau diculik oleh teman dari jejaring sosialnya yang awalnya bertukar nomor ponsel dan mulai berani “kopi darat” (berjumpa) dengan orang yang baru dikenalnya di dunia maya tersebut.
Anak-anak remaja sebaiknya mendapatkan bimbingan dari orangtua. Karena remaja merupakan tahapan perkembangan yang rawan. Bimbingan serta perhatian yang penuh harusnya memang mereka dapatkan terutama untuk memilih pergaulan yang tepat. Hal ini memang ditujukan untuk mengarahkan anak remaja agar mampu melindungi dirinya dari pengaruh yang kurang baik terutama ketika mereka berada di tengah-tengah masyarakat dan menemukan orang-orang yang baru disekitar mereka.
Sifat dan perilaku seseorang berbeda-beda, karena itulah mereka dibimbing agar tidak mudah terpengaruh dan terbujuk oleh rayuan orang yang baru mereka kenal atau baru saja mereka jumpai. Selain itu, perkembangan teknologi ini menjadi hal yang juga dapat merusak perilaku mereka jika kurang mendapat bimbingan. Bagaimana pun barang seperti ponsel saat ini yang sudah semakin canggih bisa membuat seseorang mendapat pengaruh yang negatif. Penggunaan ponsel saat ini tidak hanya bersifat sebagai pengirim dan penerima telepon dari ponsel lain, tapi juga sudah memiliki beberapa aplikasi seperti kamera foto, kamera video, Bluetooth, internet dan lain sebagainya yang jika disalah gunakan akan merugikan banyak orang. Dalam kasus lain, di beberapa sekolah ketika melakukan razia ponsel murid-muridnya, para guru menemukan video-video film orang dewasa yang tidak seharusnya disaksikan oleh anak-anak remaja, gambar-gambar porno, dan lainnya.
Anak remaja memang membutuhkan bimbingan lebih hal ini dikarenakan didalam diri mereka terjadi perubahan-perubahan secara signifikan seperti emosional, perubahan sosial, minat, dan sebagainya. Dan terkadang dengan anggota keluarganya mereka juga sering mengalami konflik karena merasa pendapat mereka lebih benar.
Untuk itu kehadiran salah seorang anggota keluarga baik ayah maupun ibunya ataupun saudara kandung sebagai orang yang lebih mengenal remaja sangat diperlukan, agar mereka tetap bisa terbuka dengan apa yang mereka alami saat mereka ada di lingkungan keluarga, maupun di lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Sangatlah miris mengetahui bahwa banyaknya remaja (perempuan khususnya) mudah terbujuk oleh orang-orang yang baru dikenalnya. Seharusnya mereka bisa dicegah dengan diberikan contoh yang baik, dibimbing dan diberikan perhatian yang cukup dirumah sehingga kemungkinan mencari kesenangan dan hiburan di luar rumah menjadi lebih sedikit porsinya. Dan kemungkinan terjadinya perdagangan dan eksploitasi anak dibawah umur menjadi lebih minim. ***** ( Citra Dwi Fauriska : Mahasiswi Psikologi USU )
You must be logged in to post a comment Login