Tugas Akhir Mahasiswa ITM Diselesaikan di PT Putra Baja Deli

MEDAN (Berita): Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Medan (ITM) Ir Basri Syarif, berharap pihak PT Baja Putra Deli memberikan kesempatan  bagi mahasiswa ITM yang akan mengakhiri perkulian dapat melakukan tugas akhirnya. Pasalnya tugas akhir merupakan kewajiban setiap mahasiswa.Permintaan itu disampaikannya dalam sambutannya membuka Kuliah Umum yang dilaksanakan Jurusan Teknik Sipil ITM, di kampus ITM Jalan Gedung Arca, pekan lalu.

Kuliah Umum mengambil Tema “Aplikasi Penggunaan Besi Standar Nasional Indonesia (SNI) pada Konstruksi, diikuti peserta mahasiswa dan pengajar se-lingkungan ITM dengan moderator Agus Prayo SE mewakili PT Putra Baja Deli.
Dikatakan, kuliah umum memiliki arti sangat penting bagi mahasiswa, karena dapat memberikan pengetahuan, “Manfaatkan kesempatan ini, sebaik-baiknya,sebab, kuliah umum ini kali pertama PT Putra Baja Deli yang melakukan persentase disini,”ungkapnya

Disisi lain, ungkapnya, perkembangan teknologi semakin canggih sekarang ini dituntut sumber daya manusia (SDM) terampil pada bidang yang dimilikinya. “Saya yakin alumni ITM memiliki skiil dapat diterima di perusahaan -perusahaan skala besar baik di Indonesia maupun diluar negeri, sebutnya saat ini ada beberapa alumni ITM bekerja diluar negeri,” jelas Basri Syarif.

Dikesempatan itu, pihaknya mengharapkan pihak PT Putra Baja Deli dan ITM melakukan kerjasama. Dengan Adanya kerjasama nanti masing-masing memiliki keuntungan yang didapatkan.

Sementara itu Mewakili PT Putra Baja Deli Agus Prajo, mengatakan PT Baja Putra Deli yang didirikan tahun 2004 telah memproduksi baja pertahunnya 270.00 ton pertahuinnya, produksi PT Putra Baja Deli, selain digiunakan di Sumut, juga di Riau Aceh. Tak hanya itu pihak BUMN juga mempergunakannya sebut produksi yang dihasilkan telah memiliki ISO 9001.

Ditambahkannya, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan memiliki  andil besar dalam mewujudkan kehidupan kota dan kabupaten yang nyaman, aman, manusiawi, tidak merusak lingkungan dan menyediakan penghidupan bagi penduduknya dilengkapi dengan fasilitas umum dan prasarana yang layak.

Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang baik dari semua pihak yang berkepentingan. Misalnya, kota dan kabupaten dibangun tanpa menimbulkan banjir, tanah longsor, polusi udara, polusi suara, lalu lintas tidak macet dan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Bangunan didirikan dengan mempertimbangkan karakteristik budaya penduduk setempat dan tidak menimbulkan efek rumah kaca. Jaringan jalan dibangun dengan memperhatikan kondisi geologi agar tidak longsor dan menghindari  pemanfaatan daerah pertanian subur. Manusia akan terus melakukan kegiatan sehingga kota dan kabupaten juga akan terus berkembang.

ITM dengan disiplin ilmu dan fasilitas yang dimilikinya baik melalui staf pengajar maupun melalui para alumninya yang tersebar di seluruh  Indonesia memiliki peran besar dalam membangun negara terutama dalam pembangunan strategis yang berperan dalam pengelolaan sumber daya mineral serta pemahaman akan sifat bumi.(aje)

You must be logged in to post a comment Login