JAKARTA ( Berita ) : Wakil Presiden Boediono mengatakan, Indonesia harus berperan aktif dalam penetapan standar sertifikasi halal internasional.
Pada pembukaan Pameran Bisnis dan Produk Halal Indonesia 2010 di Jakarta, Jumat [23/07], Wapres mengatakan di era globalisasi banyak produk dan jasa yang diperdagangkan.
“Indonesia sebagai negara muslim terbesar, menjadi pangsa pasar potensial bagi produk dan jasa yang yang berlabel halal,” katanya.
Produk dan jasa sebuah negara kini tidak lagi dibatasi oleh ketatnya bea masuk atau pajak, tetapi sudah mengarah pada halal atau tidaknya sebuah produk atau jasa yang akan diperdagangkan secara internasional.
“Alangkah memprihatinkan jika produk dan jasa Indonesia tidak bisa masuk ke negara lain, karena tidak bisa memenuhi standar sertifikasi halal internasional,” tutur Wapres.
Karena itu, lanjut Boediono, Indonesia harus menjadi kunci yang memiliki peran aktif dalam menentukan standar sertifikasi halal internasional dalam perdagangan global.
Wapres mengatakan Indonesia mampu memainkan peran aktif untuk ikut menetapkan standar sertifikasi halal internasional setelah apa yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia selama ini.
“Apa yang telah dilakukan, termasuk melalui pameran ini, saya yakin Indonesia dapat menjadi perintis dan apa yang ditetapkan dapat menjadi rintisan bagi penetapan standar sertifikasi halal internasional,” ujar Boediono.
Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengatakan, Indonesia telah memiliki tenaga sertifikasi halal di beberapa negara seperti Jepang, Australia, Kanada dan Eropa.
“Jadi, setiap produk yang menggunakan komoditi dari negara-negara tersebut, aman untuk dikonsumsi, karena sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan dan karantina yang ketat sebelum masuk ke pasar domestik,” ungkapnya.
Karena, lanjut dia, saat ini kegiatan perdagangan global tidak lagi dibatasi oleh tingginya bea masuk atau pajak melainkan halal atau tidaknya produk yang diperdagangkan.(ant)
You must be logged in to post a comment Login