Jakarta ( Berita ) : Pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk hingga kuartal II tahun ini mencapai 22-25 persen, namun bank itu tidak akan merevisi target pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 22-24 persen.
“Kredit kuartal II bagus pertumbuhannya, antara 22-25 persen,” kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir usai pertemuan di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin [26/07].
Sofyan mengatakan, meski pertumbuhan kredit bank yang dipimpinnya tercatat cukup bagus, namun pihaknya tidak akan merevisi target yang ditetapkan pada awal tahun yaitu 22-24 persen. “Tidak usah direvisi targetnya, (target) BRI sudah tinggi,” ujarnya.
Sepanjang kuartal I 2010, portofolio kredit BRI meningkat sebesar Rp43,73 triliun menjadi Rp208,96 triliun atau tumbuh 26,47 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Sementara itu, tingkat kredit bermasalah (gross NPL) perseroan pada triwulan I 2010 terjaga pada level 4,1 persen. Bank milik pemerintah itu terus berupaya mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memberikan kredit usaha rakyat (KUR).
Hingga akhir Maret 2010, BRI telah menyalurkan KUR kepada lebih dari 2,52 juta nasabah dengan total pemberian kredit sebesar Rp13,73 triliun dengan posisi outstanding KUR BRI mencapai Rp5,3 triliun.
Sepanjang kuartal I 2010, BRI membukukan laba setelah taksiran pajak sepanjang kuartal I 2010 sebesar Rp2,15 triliun atau naik 25,14 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp1,71 triliun.
Peningkatan laba tersebut didukung oleh total aset BRI yang meningkat 21,47 persen menjadi Rp303,84 triliun. Ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 25,14 persen menjadi Rp30,25 triliun.
Sementara itu selama semester I 2009 penyaluran kredit BRI mencatat kenaikan sebesar Rp48,65 triliun atau meningkat 35,78 persen dari Rp135,96 triliun pada semester I 2008 menjadi Rp184,6 triliun. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI sebesar 85,33 persen.
BRI mencatat kinerja cemerlang pada semester I 2009 dengan meraup laba bersih Rp3,49 triliun. Angka tersebut naik 24,19 persen dibandingkan laba bersih semester I 2008.
Pendapatan bunga BRI juga naik. Pada semester I 2009, BRI berhasil meraup pendapatan bunga hingga Rp16,840 triliun, atau naik dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp13,208 triliun.
Sementara untuk pendapatan bunga bersih BRI per semester I 2009 mencapai Rp10,931 triliun, naik dibandingkan semester I 2008 yang sebesar Rp 9,574 triliun.
Pada semester I 2009, BRI berhasil meraup total DPK sebesar Rp216,38 triliun atau meningkat 22,57 persen dibandingkan posisi per akhir Juni 2008 yang sebesar Rp 176,53 triliun. Dana masyarakat di BRI setara dengan 11,86 persen dari total DPK perbankan. (ant )
You must be logged in to post a comment Login