Balai Karangan, Sanggau ( Berita ) : Dunia pendidikan dewasa ini hendaknya peduli dan tanggap terhadap persoalan lingkungan hidup, demikian harapan seorang camat dari kabupaten di perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kalimantan Barat.
“Mewujudkan Indonesia yang hijau, bersih dan bagus, membutuhkan komitmen semua pihak. Mengingat masalah kelestarian lingkungan hidup yang sehat menjadi kebutuhan kita semua,” kata Camat Sekayam, Kabupaten Sanggau, R Maringga, di Balai Karangan, Senin [26/07].
Ia mengatakan, lingkungan hidup merupakan persoalan kolektif yang membutuhkan partisipasi semua komponen bangsa untuk mengurus dan mengelolanya. Pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), semua warga masyarakat, dan komponen bangsa yang lain harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menurut ia lagi, komitmen terhadap lingkungan hidup harus dibarengi dengan tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan lingkungan hidup yang nyata-nyata telah terbukti menyengsarakan banyak umat manusia,
“Hukum harus benar-benar mampu mengambil tindakan tegas bagi para penjahat lingkungan hidup untuk memberikan efek jera dan sekaligus memberikan pelajaran bagi yang lain,” kata camat tersebut.
Ia menambahkan, harus ada upaya serius untuk membudayakan cinta lingkungan hidup melalui dunia pendidikan. ”Institusi pendidikan, menurut hemat saya, harus menanamkan nilai-nilai budaya cinta lingkungan hidup kepada anak-anak peserta didik yang kini tengah menuntut ilmu,” katanya.
Selain itu, menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup perlu terus digali dan dikembangkan untuk selanjutnya disemaikan ke dalam dunia pendidikan melalui proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
“Pola dan gaya penyajiannya pun tidak hanya persoalan teori dan dogma, tetapi harus lebih interaktif dan dialogis dengan mengajak siswa didik berdiskusi,” katanya.
Ia juga berharap, wawasan lingkungan hidup yang ditanamkan melalui dunia pendidikan tidak harus menjadi mata pelajaran tersendiri. “Tetapi disajikan lintas mata pelajaran melalui pokok-pokok bahasan yang relevan,” katanya. (ant )
You must be logged in to post a comment Login