Ikan Malas “Sioto” Danau Toba Berpotensi Ekspor

Balige, Sumut, ( Berita ) :  Ikan betutu (ikan malas sioto) dari perairan Danau Toba, memiliki peluang ekspor cukup besar, karena kian meningkatnya permintaan pedagang pengumpul menjualnya ke Medan selanjutnya diekspor ke Singapura.

Kabid Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir, Ir. Tua Pangaribuan, Selasa [27/07] , menyatakan berat ikan di atas 500 gram per ekor menjadi komoditi ekspor dan harga jual di tingkat petani mencapai  Rp 50 ribu per kg.

Awalnya, kata Pangaribuan benihnya ditabur oleh Jenderal (Purn) TB Silalahi di danau tersebut, kemudian berkembang, hingga nelayan bisa menjualnya ke pasar ekspor sebanyak 69.3 ton pada tahun 2009 lalu.

Ia mengaku, sampai sekarang Dinas Pertanian Tobasa belum melakukan penanganan khusus dan spesifik atas komoditi ini. Padahal, peluang pengembangannya cukup besar dan menjanjikan.

Jenis ikan air tawar tersebut juga banyak ditemui di kawasan Danau Toba yang masuk Kabupaten Samosir.

“Budidaya dan teknik pemijahan yang memadai belum dilakukan. Belum ada produksi dan penyediaan benih secara teratur. Boleh dikatakan, masih minim sentuhan teknologi,” tambahnya.

Meski begitu, pihaknya tetap memberi penyuluhan kepada kelompok nelayan binaan, tujuannya agar mereka lebih mengerti keseimbangan ekosistem. Ikan ukuran kecil tidak perlu ditangkap, agar siklus perkembangannya berkelangsungan.

“Dalam waktu dekat, bantuan berupa alat tangkap akan diberikan kepada petani. Selain itu, penyuluhan akan ditingkatkan, sehingga diharapkan nelayan bisa paham betul arti wawasan lingkungan,” terangnya.

Budi Oval Simanjuntak (45) seorang nelayan Desa Simalombu mengatakan, ia pernah memperoleh seekor tangkapan seberat 13 kg dan dijual dengan Rp650 ribu, ini nilai yang sangat tinggi. Idealnya, potensi dan karunia alam tersebut dipadukan dengan sentuhan teknologi, sehingga kehidupan di tingkat petani ikan semakin berkembang. (ant )

You must be logged in to post a comment Login