Yoyakarta ( Berita ) : Pemerintah dinilai kurang memperhatikan hasil penelitian terutama tentang sumber energi alternatif dari kalangan perguruan tinggi, kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ambar Teguh Sulistiyani.
“Selain itu, pemerintah juga kurang melibatkan pihak luar termasuk perguruan tinggi, padahal bisa saja justru pihak luar lebih mengerti hal-hal teknis terkait dengan sumber energi alternatif,” katanya, di Yogyakarta, Senin [26/07].
Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah selain dituntut untuk transparan dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik, juga harus memegang prinsip partisipatif.
Ia menyebut contoh perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sering menghasilkan rekomendasi tentang energi alternatif yang didasari hasil penelitian ilmiah misalnya sumber energi dari ampas tahu, minyak jarak, dan etanol, tidak pernah direspon apalagi menjadi perhatian khusus dari pemerintah.
Akibatnya, kata dia, hasil penelitian itu hanya berakhir di laboratorium, dan tidak pernah diterapkan, sehingga kurang berdaya guna atau bermanfaat bagi masyarakat. “Padahal, penelitian-penelitian tersebut merupakan bagian dari misi UGM dalam mengabdi kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Selain itu, Ambar menilai pemerintah kurang memberikan dukungan berupa dana penelitian. “Dana yang diperlukan untuk sebuah penelitian memang besar, tetapi itu merupakan investasi jangka panjang,” katanya.
Menurut dia, penelitian yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti penelitian di bidang energi alternatif, sebaiknya menjadi prioritas perhatian pemerintah. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login