Medan ( Berita ) : Kualitas pendidikan di pondok pesantrendewasa ini semakin berkembang pesat, dan mampu bersaing dengan sekolah umum.Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan Pondok Pesantren dan Pembinaan Agama Islam Pada Masyarakat, Kementerian Agama WilayahSumatera Utara, Jaharuddin Batubara di Medan, Rabu [28/07], mengatakan, pesantren tersebut juga tidak kalah dengan sekolah yang bertaraf internasional.
Ia mengatakan, pondok pesantren ini memiliki sistem pendidikan yang unik, yakni lahir dari masyarakat, kepunyaan masyarakat, untuk masyarakat dan kurikulum pendidikannya juga disusun sendiri oleh para Kiai. “Pondok pesantren menampilkan kurikulum sendiri dan cara belajar juga berbeda sehingga memiliki kualitas yang sama,” katanya.
Selanjutnya ia mengatakan, kemajuan yang dicapai pesantren tersebut, yakni para alumni sekolah itu banyak yang terpilih jadi pemimpin nasional dan menempati berbagai posisi strategis di pemerintahan. Selain itu, pesantren juga banyak yang telah melahirkan anak didiknya menjadi Kiai terkenal.
Jaharuddin menjelaskan, sistem pendidikan di pesantren terbagi atas dua kategori yaitu pesantren salafiah dan modern.
Sistem pendidikan salafiah selalu menekankan pada pembelajaran kitab-kitab kuning, ilmu mantiq dan balaqhah. “Dari sistem pendidikan salafiah inilah kita harapkan akan lahir para ulama di negeri ini,” ujarnya.
Sedangkan pesantren modern, merupakan sistem pendidikan agama yang juga menyediakan berbagai keterampilan kepada para santri dan santriwati, katanya.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara, Wan Khairunnisa mengatakan, nantinya akan ada perubahan pembinaan sistem pendidikan pesantren modern. “Untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan secara global”, katanya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login