Poldasu Ungkap 18 Kasus Perampokan Bersenpi

MEDAN (Berita): Selama Ops Sikat II Toba 2010, Polda Sumut dan lima satuan wilayah (Satwil/Polres) se-jajaran berhasil mengungkap 18 kasus perampokan menggunakan senjata api (senpi).

Dari 18 kasus yang terjadi di wilayah hukum Poltabes Medan, Polres Labuhan Batu, Polres KP3 Belawan, Polres Asahan dan Polresta Binjai, polisi berhasil menangkap 31 tersangka dengan target operasi (TO) 7 dan 24 non TO.

“Keberhasilan pengungkapan kasus perampokan bersenpi ini merupakan kerjasama Polda Sumut dengan lima jajaran satuan wilayah,” jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Oegroseno didampingi Kabid Humas Kombes Pol Drs Baharudin Djafar kepada wartawan di Aula Kamtibmas, Selasa (27/07).

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini menerangkan, dari pengungkapan kasus perampokan tersebut turut disita berbagai barang bukti, diantaranya tiga senjata api laras pendek rakitan, satu senjata laras panjang organik kepolisian (untuk latihan), gunting besar pemotong gembok, handphone, linggis, mesin ATM dan benda tajam serta tumpul lainnya.

Kapolda berharap, pengungkapan 18 kasus laporan polisi (LP) tersebut dapat mengurangi aksi kejahatan terutama perampokan saat menjelang bulan suci Ramadhan. “Apalagi, kepolisian tidak akan memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka,” tegasnya.

Ops Sikat II Toba 2010 yang digelar sejak 3 hingga 26 Juli tersebut melibatkan 172 personel Polda Sumut, dibantu seratusan anggota satuan wilayah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) aksi perampokan bersenjata api. “Kita akan terus melakukan evaluasi keberhasilan ini dengan harapan aksi kejahatan bisa menurun terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” harap Kapolda.

Selidiki Senpi

Kapoldasu menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk menyelidiki senjata api organik polisi (laras panjang) yang bisa sampai ke tangan pelaku perampokan bersenpi tersebut. Sebab, kuat dugaan, peredaran senpi organik polisi ke tangan penjahat melibatkan orang dalam. “Pasti kita selidiki, kenapa senjata ini bisa di tangan perampok,” tegasnya.

Menurut dia, untuk mengurangi banyaknya senjata api baik rakitan maupun organik aparat yang berada di tangan pelaku kejahatan, sebaiknya dilakukan pemusnahan dengan cara dipotong-potong. “Namun, hal itu baru dapat dilakukan setelah selesai proses persidangan terhadap pelaku kejahatan tersebut. Sebab dikhawatirkan, senjata yang telah disita kepolisian tersebut bisa kembali berada di tangan pelaku kejahatan. Senjata-senjata ini mau dipotong-potong supaya tidak beredar lagi di kalangan pelaku kejahatan,” kata Oegroseno.

Brimob

Dalam kesempatan itu, Oegroseno  yang disebut-sebut salah satu calon kuat pengganti Kapolri Jenderal Drs Bambang Hendarso Danuri (BHD) tersebut, sempat menanyai seorang tersangka yang merupakan mantan anggota Brimobda Sumut, tangkapan Poltabes Medan.

Kepada Kapolda, tersangka mengaku dipecat dari anggota Polri (Brimob) lantaran disersi (lari dari kesatuan tugas). Namun, tersangka  tidak menjawab ketika ditanya mengapa mau melakukan aksi perampokan. “Kalau mau merampok, kenapa jadi polisi?” kesal Kapolda.

Kapolsu juga mengatakan, jajarannya menjelang Ramadhan akan menggelar Ops Ketupat. “Sebelum dilakukan Ops Ketupat, digelar Ops Cipta Kondisi dengan sasaran perumahan, pusat perbelanjaan, terminal. Di lokasi ini nantinya ada petugas kepolisian yang melakukan pengamanan. Ini menjadi atensi seluruh jajaran,” jelasnya.

Ketika ditanya wartawan biasanya menjelang Ramadhan banyak spekulan yang menimbun sembako, Oegroseno mengatakan, pihaknya segera menyurati pusat perbelanjaan agar megikuti aturan.  “Jangan menjual barang yang kadaluarsa. Kalau mereka masih nakal juga, kita proses. Begitu juga mengenai distributor tabung gas 3 kg supaya tidak melakukan manipulasi isinya,” jelasnya. (aru)

You must be logged in to post a comment Login