SEKOLAH kejuruan merupakan salah satu bentuk satuan formal penyelenggara pendidikan program keahlian khusus yang memiliki prospek “cerah” ke depan. Terbukti, ratusan bahkan ribuan orang tua siswa lulusan SMP sederajat berhasrat memasukkan anaknya ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), meskipun jarak tempuh dari rumah ke sekolah terbilang jauh.
Contoh konkrit tingginya animo masyarakat mendaftarkan putra-putri mereka ke sekolah kejuruan terlihat saat SMK Negeri 2 Kisaran membuka pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PSB) TP. 2010/2011. SMK Negeri 2 Kisaran sebagai salah satu sekolah kejuruan terfavorit di Kabupaten Asahan telah “menciptakan” ratusan alumni handal, potensial dan siap kerja di sejumlah perusahaan di Indonesia.
“Itu penilaian masyarakat. Jangan terlalu dibesar-besarkan. Terpenting saat ini bagaimana kita bersama teamwork yang ada mengembangkan skiil siswa ke depan lebih baik lagi,” ujar Kepsek SMK Negeri 2 Kisaran, Drs. Mahmuddin Syah kepada Berita, Jumat (30/7). Kemampuan Drs. Mahmuddin Syah bersama teamwork sekolah itu dalam memenej dan membuka peluang kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) patut mendapat apresiasi.
Salah satu bentuk realisasi dari “responsif” terhadap DU/DI, tiga siswa jurusan Otomotif sekolah penerima Sertifikat ISO 9001 : 2008 dari USR-UKAS Inggris itu “dipinang” dan tengah menjalani pendidikan di “United Tractors School”, Medan.
Hanya itu? Tentu saja tidak! Berdasarkan catatan, puluhan siswa lulusan TP. 2009/2010 sekolah berpredikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional itu sedang menjalani Diklat di Alva Scorpy Yamaha Akademi School, Medan.
Bahkan, perusahaan mobil besar seperti Hyundai dan Ford di Medan, serta Auto 2000 Padang (Sumbar) setiap tahun meminta alumni SMK Negeri 2 Kisaran untuk diperkerjakan di perusahan mereka. “Saat ini justru kami yang kewalahan memenuhi permintaan ketiga perusahaan mobil itu, khususnya Auto 2000 Padang,” papar Mahmuddin Syah didampingi Kasubbag Tata Usaha SMK Negeri 2 Kisaran, Musa Al Bakrie, SE.
Mahmuddin juga menuturkan bahwa “kunci” untuk menjadikan sekolah maju dan bermutu dibutuhkan dukungan dari pemerintah, kerja keras, disiplin, serta kecintaan “pengelola” terhadap dunia pendidikan itu sendiri.
LDDK
Menyahuti tentang “disiplin” sebagai salah satu kunci memajukan pendidikan, SMK Negeri 2 Kisaran memberikan pembekalan Latihan Dasar Disiplin Korp (LDDK) bagi siswa-siswi baru. Selain membentuk mental dan prilaku disiplin peserta didik sebagai materi utama, program LDDK juga menyuguhkan materi tentang Peraturan Baris Berbaris, Etika dan Yel-Yel (Penggugah Semangat). “Kegiatan itu diikuti 396 peserta atau keseluruhan siswa-siswi kelas X dengan para instruktur dari Kompi 3 Detasemen Sat Brimobdasu Tanjungbalai,” terang Mahmuddin.
Mahmuddin kembali menuturkan bahwa kegiatan LDDK yang berlangsung di halaman sekolahnya itu juga diisi lomba Baris Berbaris dan lomba Yel-Yel (Penggugah Semangat). Penyerahan bingkisan bagi para pemenang lomba dan pemberian sertifikat dari Danki 3 Detasemen Sat Brimobdasu, AKP Rosmana kepada seluruh peserta menjadikan LDDK itu memiliki warna tersendiri. (Rudi)
You must be logged in to post a comment Login