Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu kembali memastikan bahwa stok sembilan bahan pokok (sembako) menjelang puasa dan Lebaran masih aman. Namun begitu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa sudah menegaskan pemerintah segera melakukan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga.
Apa arti dua statement dari pejabat pemerintah itu? Jelas mereka ‘’concern’’ dengan aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1431 H yang sudah semakin mendekat, insya Allah pada 11 Agustus nanti umat Islam menjalani puasa pertamanya. Dan pada bulan itu pula kebutuhan masyarakat meningkat, dan semakin meningkat lagi menjelang Hari Raya Idil Fitri nanti.
Justru itu, hukum ekonomi pasti terjadi. Karena kebutuhan masyarakat meningkat maka peluang harga akan meningkat atau naik sangat besar. Jadi, meskipun stok barang cukup sebagaimana dikatakan Mendag bukan jaminan harga tidak naik. Wajarlah kalau Menko Perekonomian menegaskan pemerintah segera menggelar OP di berbagai daerah memiliki peluang bakal terjadi gejolak harga pasar, khususnya sembako.
Antiisipasi pemerintah kita nilai bagus, meskipun sejak dua bulan lalu sebenarnya gejolak harga sudah terjadi, tapi pemerintah baru serius saat menjelang bulan puasa tiba. Sidak yang dilakukan pejabat terkait memperlihatkan pemerintah tanggap sehingga kalau memang tidak ada kelangkaan dan lonjakan harga biasanya masyarakat tenang menghadapi Ramahan dan Idul Fitri nanti.
Masyarakat bisa memilih membeli di pasar tradisional maupun modern, tentu dengan harga yang bervariasi. Adapun stok bahan kebutuhan pokok di ritel modern sudah diantisipasi oleh para produsen. Para produsen pemasok barang ke ritel modern telah melakukan persiapan jauh hari mengingat setiap kali menjelang puasa dan Lebaran, tingkat permintaan barang diketahui mengalami kenaikan sebesar 20 persen.
Status aman untuk stok barang di pasar ritel dibenarkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool. Dia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah untuk kelancaran pengadaan dan distribusi barang.
Hemat kita OP sangat diperlukan. Kalau OP dijalankan dengan benar maka harga pasar tidak akan melonjak, tapi kalau OP-nya asal-asalan maka kenaikan harga tetap akan terjadi sehingga menimbulkan keresahan.
Justru itu, pelaksanaan operasi pasar (OP) tidak perlu menunggu kenaikan harga hingga di atas 15 persen. Jika melihat ada gejala kenaikan harga, pemda bisa langsung melaksanakan OP sehingga harga dapat terkendali. Di sini diharapkan semua piha ikut membantu terselenggaranya OP, terutama Pemda wajib memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di daerahnya masing-masing. Beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian di antaranya beras, minyak goreng, telur, daging sapi, dan ayam. Beberapa kebutuhan lainnya juga akan mengalami kenaikan harga yang signifikan saat Ramadhan dan Lebaran nanti.
Pemda diharapkan meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penyediaan kebutuhan pokok. Hal ini termasuk menetapkan titik-titik strategis untuk pelaksanaan operasi pasar dan pasar mudah. Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan nanti diupayakan tidak lebih dari 5-10 persen. Akan sangat bagus bila bisa ditekan tidak naik. Hal ini mengingat daya beli masyarakat menurun.=
You must be logged in to post a comment Login