Mendiknas Berikan Beasiswa Pengajar Bahasa Di China

Jakarta ( Berita ) :  Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh memberikan beasiswa kepada tenaga pengajar pada institusi pendidikan yang mengajarkan Bahasa Indonesia di China sebagai wujud upaya untuk mendorong pengenalan dan promosi Indonesia seutuhnya.

“Pengajaran Bahasa Indonesia oleh beberapa universitas utama di China tidak sekadar wujud dari perhatian China terhadap signifikansi Indonesia dari segi ilmu pengetahuan tetapi juga refleksi semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap budaya dan perkembangan Indonesia di segala bidang ke depannya,” kata Mendiknas M Nuh dalam keterangan pers KBRI Beijing yang diterima di Jakarta, Senin [02/08] .

Hal tersebut diungkapkan oleh Mendiknas RI pada saat kunjungan kerja di “Shanghai International Studies University” (SISU) pada Senin (2/8) sebelum menghadiri “The 1st China-ASEAN Minister of Education Roundtable Conference” di Guiyang, China.

Mendiknas menilai, upaya pengajaran studi Indonesia tersebut akan mendapatkan perhatian dan dukungan khusus dari pihak Pemerintah RI.

Salah satunya adalah dengan pemberian beasiswa bagi guru-guru asal China yang mengajarkan bahasa Indonesia di China untuk melanjutkan studi di tingkat master maupun doktoral di Indonesia guna menjamin kualitas pengajaran yang baik dan standar.

Dari segi hubungan bilateral RI-China, Mendiknas menyoroti paradigma pergeseran kekuatan dan sumber-sumber ekonomi dan sosial budaya dunia, dari barat ke timur, atau ke Asia, dengan China sebagai motornya, termasuk Indonesia.

Karenanya, secara khusus, Mendiknas menekankan bahwa peningkatan kerjasama antara kedua negara merupakan suatu kenyataan.

“Adalah tanggung jawab moral dari generasi kini dan ke depan untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin antara kedua bangsa melalui sejarah yang panjang yang dimulai dari sebelum abad ke-13,” katanya.

Terkait hal ini, pihak Kemendiknas menjamin akan mendorong diintensifkannya kerja sama pengiriman dosen sebagai tenaga pengajar bahasa Indonesia di China, pertukaran guru, dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa Tiongkok untuk belajar di Indonesia.

Sebaliknya, dari pihak Indonesia juga mengharapkan kerjasama dari China untuk pengiriman guru bahasa Mandarin yang berkualitas ke Indonesia dengan memperhatikan kebutuhan pengajaran bahasa tersebut yang dianggap semakin besar dewasa ini dan di masa depan.

Sejumlah kerjasama yang selama ini telah ada akan lebih diperkuat dengan akan ditandatanganinya Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Menteri Pendidikan Nasional RI dan Menteri Pendidikan China di Guiyang tanggal 3 Agustus 2010 pada saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri ASEAN-China pertama.

MoU dimaksud mencakup bidang kerjasama yang luas dengan prioritas antara lain pendidikan dasar, menengah, tinggi, kejuruan dan pendidikan profesi.

Dalam kerangka ini, kedua pihak sepakat untuk terus mendorong  kegiatan pertukaran siswa dan tenaga pengajar, pertukaran pengalaman di bidang pembelajaran Iptek pada sekolah dasar dan menengah serta peningkatan kualitas pendidikan.

Juga pemberian beasiswa khususnya untuk program S1 dan S2, pelaksanaan riset dan publikasi internasional bersama, penjajakan penyetaraan dan pengakuan dokumen terkait ijazah, kualifikasi dan akreditasi, penyelenggaraan seminar terkait pengembangan teknologi pendidikan; pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di China dan sebaliknya; serta pendirian Pusat Bahasa Mandarin di enam universitas di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Pontianak, Bandung, Makassar dan Malang). ( ant )

You must be logged in to post a comment Login