SMU Negeri Plus Madina Sekolah Kampung Tapi Bukan Kampungan

SMA Negeri Plus Madina memang baru tiga tahun berdiri di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (sebelumnya di Kotanopan).  Kendati demikian telah banyak prestasi ditorehkan sekolah tersebut, antara lain berhasil meluluskan siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hingga 80 persen.

Kepala Sekolah yang juga mantan Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof DR Ir H  Zulkarnaen Lubis MS Ph.D  menuturkan presentasi kelulusan para siswa di SMUN Plus Madina ini merupakan prestasi yang membanggakan mengingat usia sekolah yang murni di subsidi  pemerintah daerah Madina ini masih seumur jagung.

“Memang usia sekolah kita baru tiga tahun, akan tetapi program yang kita  jalankan di sekolah ini berhasil dijalankan para siswa dengan raihan berbagai prestasi,”  katanya kepada wartawan, kemarin di kampus Medan Area jalan Kolam kawasan Pancing Medan.

Satu-satunya profesor yang jadi kepala sekolah ini mengakui, fasilitas di sekolah itu memang masih minim tapi bukan berarti tidak mampu menjadikan siswa-siswinya berpacu dalam berprestasi.  Dia menyebutkan fasilitas sekolah seperti laboratorium, guru kesenian di sekolah itu tidak ada. Tapi sekolah itu bisa berhasil karena program dan motivasi dimiliki sekolah itu dilakukan dengan ‘hati’.

Menurut dia, berhasilnya para siswa lulus ke berbagai PTN seperti, UGM, UNDIP, ITB, UNPAD dan berbagai PTN lainnya disebabkan karena para siswa berhasil menjalankan lima program yang diterapkan di SMUN Plus Madina ini.

Seperti, pendidikan sains yang bermutu, pendidikan mental dan perilaku,  kemampuan berkomunikasi, pendidikan etika serta peningkatan taqwa melalui pendidikan keagamaan yang seluruhnya merupakan program yang telah dibakukan menjadi standar pelajaran di sekolah plus Madina ini.

“Jadi, intinya disini kita bukan menjadikan siswa menjadi pintar. Akan tetapi, memiliki sikap yang berbeda seperti, awalnya dia malas menjadi rajin, kasar menjadi sopan hingga lebih percaya diri dalam belajar dan berkomunikasi,” terangnya.

Selain itu, Zulkarnaen mengaku meski sepenuhnya disubsidi oleh Pemerintah Daerah  Madina. Namun, berbagai persoalan yang selalu menyertai perjalanan sekolah ini tetap  dikerjakan dengan hati.

“Pokoknya kita leading by heart (memimpin dengan hati), teaching by heart  (mengajar dengan hati) hingga learning by heart ( mengajar dengan hati),” katanya.

Prof H Zulkarnain pun mengungkapkan impiannya ingin menjadikan sekolah SMU Plus Madina sebagai sekolah bertaraf internasional. Dia juga mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi perekonomian orangtua anak didiknya. “Mampu secara akademik, tapi tak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan ke bangku kuliah,” pungkasnya.(aje)

You must be logged in to post a comment Login