Dubai ( Berita ) : Sejumlah kaligrafer dari berbagai negara akan berkumpul di Uni Emirat Arab (UAE) pada Malam Lailatul Qadr (hari ke-27 Ramadhan) untuk melukis ornamen ayat-ayat suci Al-Quran.Acara itu diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Pembangunan Masyarakat UAE untuk mendorong seni kaligrafi ayat-ayat Al-Quran.
Pelukisan kaligrafi Al-Quran di UAE ini merupakan kali kedua diadakan oleh kementerian tersebut dan telah dikonfirmasi akan diikuti oleh 30 kaligrafer kaliber internasional dari berbagai negara. Setiap kaligrafer masing-masing akan melukis satu juz Al-Quran. Kitab suci umat Islam itu berisi 30 juz.
Al-Quran diyakini oleh umat Islam mulai diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Lailatul Qadr, yaitu pada 27 Ramadhan, dan kemudian secara berangsur diturunkan hingga 23 tahun menjelang wafatnya Nabi.
Tim kaligrafer akan melakukan penulisan selama tiga hari berturut-turut hingga semuanya rampung 30 juz Al Quran tepat pada hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah.
Hasil kaligrafi 30 juz Al-Quran itu akan dipegang oleh Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Pembangunan Masyarakat UAE sebagai benda langka bersejarah dan dipamerkan.
Proses penulisan Al-Quran itu akan disupervisi oleh satu tim khusus dari para pakar Al-Quran untuk menjaga keaslian dan standar penulisan kitab suci itu dalam bahasa Arab.
Tahun lalu, para kaligrafer dari Inggris, Rusia dan kaligrafi dari sejumlah lainnya berpartisipasi dalam acara itu atas undangan dari Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Pembangunan Masyarakat UAE, Rahman Mohammed Al Owais.
Kementerian itu telah menyerukan kepada masyarakat untuk menyaksikan para kaligrafer itu dalam aksi mereka agar masyarakat umum juga dapat mempelajari teknik penulisan ayat-ayat Al-Quran tersebut.
Pekerjaan ini sungguh luar biasa yang melibatkan emosi dan energi para kaligrafer sehingga mampu menciptakan penulisan 30 juz Al-Quran dalam waktu singkat.
Sebelum alat cetak canggih diciptakan, kitab suci itu dilukis dengan tangan, suatu proses yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk penyelesaian 30 juz Al-Quran.
Menurut sejarah, selama masa kekhalifahan pimpinan Khalifah Usman Bin Affan, tercatat tujuh eksemplar kitab suci Al-Quran disiapkan. Tujuh eksamplar kitab suci kemudian dikirimkan masing-masing satu buah ke provinsi-provinsi Makkah Al-Mukarramah, Suriah, Yaman, Bahrain, Basra, Kufah, dan satu eksemplar lagi disimpan di Madinah Al-Munawarah. (ant/Wam/Oana )
You must be logged in to post a comment Login