TAPAKTUAN (Berita): Gara-gara tapal batas yang dibangun kalangan mahasiswa yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) dan dalam sengketa, warga Desa MataIe nyaris terlibat bentrok dengan warga Desa Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja, Senin (23/8) dini hari.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dri Polres Aceh Selatan melalui Kasat Rekrim, Senin (23/8) terjadi keributan antara dua kelompok massa yang berasal dari warga Desa MataIe dengan warga Desa Ladang Tuha yang disebabkan masalah tapal batas desa.
Keributan tersebut dimulai dari adanya persoalan pembuatan tapal batas yang dikerjakan mahasiswa Abulyatama yang lagi melakukan turun lapangan KKN. Pembuatan tapal bats tersebut tanpa adanya koordinasi dengan perangkat desa setempat.
Ekses dari pada tapal batas tersebut membuat kedua belah pihak terlibat keributan yang hampir terjadi perkelahian massa dengan membawa senjata tajam seperti parang dan tombak serta senjata tajam laijnnya.
Beringasnya kedua belah warga desa tersebut gara-gara ulah daripada mahasiwa yang tidak mau terlebih dahulu berkoordinasi dengan warga setempat sehingga sekitar pukul 02.00 hampir terjadi bacok-membacok antara kedua kelompok warga itu.
Kejadian berawal dari pada tapal batas yang sejak dari dulu tapal batas antara kedua desa tersebut belum tuntas diselesai pihak Pemda, sehingga tapal batas tersebut begitu dibuat oleh mahsiswa yang lagi melakukan kuliah kerja nyata, lansung masyarakat kedua desa tersebut berebut hingga memicu bentrok dan nyaris terjadi aksi bacok membacok.
Petugas pengamanan lansung turun dari Polres Aceh Selatan. Dalam hal tersebut Polsek meminta bantuan pengamanan dari Polres Aceh Selatan dan dalam sekejab petugas keamanan dari Polres Aceh Selatan tiba di lokasi dan mengamankan perlengkapan senjata tajam milik warga kedua desa yang bertikai.
Kapolres Aceh Selatan AKBP Bambang Syafrianto,SIK yang didampingi Kasat Reskrin Iptu Novi Edyanto kepada Berita mengatakan, keributan itu berawal dari pada tapal batas yang dibuat mahasiswa yang lagi melakukan KKN tanpa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat desa maupun muspika setempat, oleh sebab itulah terjadi keributan. Pihak kepolisian kini sudah mengamankan loaksi bentrok dan memeriksa beberpa saksi. (yun)
You must be logged in to post a comment Login